Showing posts with label Pertobatan. Show all posts
Showing posts with label Pertobatan. Show all posts

Friday, September 3, 2010

Dosa-Dosa Rahasia (4)


Oleh: John Adisubrata

CONFIDE IN HIM!

“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mazmur 139:23)

Ditujukan kepada semua orang kristiani, alkitab memperingatkan: Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.” (1 Yohanes 3:9) Melalui suratnya rasul Paulus juga menasihati jemaat di Korintus: Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17)

Kedua ayat tersebut mengingatkan, bahwa sebagai umat yang sudah diselamatkan, kita dituntut untuk selalu (berusaha!) hidup kudus, karena semenjak saat perubahan penting itu terjadi, kita adalah umat ciptaan yang baru di dalam Kristus. Kendatipun demikian, sekalipun dinyatakan bahwa kita sudah disisihkan dari ‘dunia’, sedari awal kita tetap diciptakan sebagai makhluk-makhluk yang diberi kebebasan untuk memilih!

Itulah sebabnya, apabila kita tidak bersandar sepenuhnya pada firman Tuhan, setiap kali Iblis mengiming-imingkan kekuasaan, kehormatan, kekayaan, maupun kesempatan untuk memuaskan nafsu seksuil kita, biasanya tanpa mempertimbangkan lagi harga amat mahal yang akhirnya harus dibayar, kita sudah tertipu olehnya. Dan sebelum menyadarinya sendiri, kita sudah ‘terjun’ ke dalam lumpur dosa, ... melaksanakan kehendaknya. Tidaklah mengherankan, banyak orang (kristiani) yang ‘jatuh’, ... terjebak oleh kelihayan tipu muslihatnya.

Alkitab-lah satu-satunya sumber kebijaksanaan yang (harus) menjadi pedoman hidup kita. Apabila kita mau mempelajarinya dengan tekun, dan terutama ... mempraktekkannya, pada saat kita menghadapi godaan-godaan seperti itu, kita dikaruniai kekuatan adikodrati untuk bisa membedakan mana yang benar dan apa yang salah! Kitab Ibrani mengatakan: Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12)

Yesus sendiri sudah membuktikan, bahwa firman Tuhan adalah senjata paling ampuh di dalam menghadapi godaan-godaan Iblis. (Efesus 6:11) Ketika dicobai di padang gurun, seperti kita sekarang, Ia juga harus memilih dan memberi keputusan! Injil mencatat, bahwa setiap jawaban yang Ia berikan selalu diawali dengan ungkapan: Ada tertulis, …” (Lukas 4:1-13)

Sejujurnya saja, siapakah yang tidak ingin melupakan ‘masa lampau’ mereka? Baik hal-hal ‘memalukan’ yang pernah terjadi, maupun hasrat di dalam hati yang kita pendam seumur hidup tanpa keberanian untuk melakukannya. Atau, keinginan untuk mengakhiri kebiasaan-kebiasaan yang sampai sekarang dengan penuh kesadaran masih kita lakukan secara sembunyi-sembunyi, sekalipun kita tahu itu adalah perbuatan dosa.

Alkitab menganjurkan, agar kita saling mengakui dan saling mendoakan. (Yakobus 5:16) Selain itu, seperti pengakuan dosa raja Daud yang dicatat di Mazmur 51, Tuhan juga ingin agar kita selalu berterus-terang kepada-Nya, mengakui segala kesalahan, kejahatan dan perbuatan-perbuatan dosa yang (pernah) kita lakukan.

Menyadari kemutlakan kuasa Tuhan, raja Daud berkata: “Ya Allah, Engkau mengetahui kebodohanku, kesalahan-kesalahanku tidak tersembunyi bagi-Mu.” (Mazmur 69:6) Ia juga mengagumi kemaha-tahuan-Nya: “Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.” (Mazmur 139:4) Bagi dosa-dosa masa lampaunya ia bermazmur: Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN. TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.” (Mazmur 25:7-8)

Dan ... bersyukur sekali akan pengampunan Tuhan, raja Daud berkata: ‘Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela’ (Mazmur 32:5)

Bukankah Yesus pernah berkata: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28) Oleh karena kasih karunia-Nya, apapun yang pernah atau sedang kita lakukan, ... tak terkecualikan, pasti akan diampuni oleh-Nya, jika kita dengan sungguh-sungguh mau mengakuinya. Tetapi selain itu, seperti yang tertulis di 1 Yohanes 3:9 dan 2 Korintus 5:17, adalah tanggung jawab kita sendiri untuk menjaga, agar kita tidak memberi kesempatan kepada Iblis untuk menggoda dan menipu diri kita lagi. Rasul Paulus menulis: “ ... dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” (Efesus 4:27)

Seorang pendeta mengutarakan hasrat hatinya untuk mengubah taman di depan rumahnya menjadi sebuah lingkungan yang menarik bagi burung-burung liar di daerahnya. Tetangganya menganjurkan agar ia memperlengkapinya dengan rumah-rumahan, tempat minum/mandi untuk burung, dan juga menyediakan makanan-makanan kesukaan mereka. Setelah menuruti nasihat tetangganya, dalam waktu sekejab suasana taman itu menjadi berubah sekali. Berbagai jenis burung mulai berdatangan dan singgah di sana. Tampaknya mereka menjadi kerasan sekali tinggal dan bermain-main di halaman depan rumahnya. Memakainya sebagai sebuah ilustrasi yang relevan, pendeta itu berkata, bahwa seringkali tanpa sadar kita juga melakukan hal yang serupa. Kita memberi kesempatan kepada Iblis dengan menciptakan sebuah lingkungan di dalam kehidupan kita di mana ia merasa welcome sekali untuk menetap.

Raja Daud pernah menciptakan lingkungan seperti itu ketika ia bermalas-malasan seorang diri di atas balkon istananya, pada saat seluruh perwira dan tentaranya sedang pergi berjuang di medan perang. Terpikat oleh tipuan Iblis, ... dibara oleh nafsu ‘kejantanan’-nya, akhirnya ia menjadi lupa daratan dan jatuh di dalam dosa perzinahan dengan Batsyeba! (2 Samuel 11) Tindakan yang awalnya ia lakukan tanpa sadar itu, tidak berbeda jauh dengan tindakan-tindakan rahasia yang kita kerjakan sekarang. Pada saat kita membaca atau menonton bahan-bahan yang bersifat porno, seorang diri di dalam kamar yang tertutup, dengan sukarela kita sudah membiarkan Iblis masuk ke dalam kehidupan kita. Itulah awal mula terciptanya dosa-dosa rahasia yang biasanya tidak akan berakhir di situ begitu saja, melainkan akan berkembang terus menjadi dosa-dosa yang lebih besar!

Apabila oleh karena situasi yang tak terduga, kita telah terlanjur membiarkan Iblis menduduki tempat di dalam kehidupan kita, alkitab berkata, bahwa Tuhan sudah memberi kuasa kepada umat-Nya untuk merebutnya kembali! Pertama-tama: dengan iman: “... sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.” (1 Yohanes 5:4) Iman-lah yang membuat kuasa itu dianugerahkan kepada kita untuk memenangkan peperangan rohani yang kita hadapi sehari-hari. Kedua: dengan iman kita melawannya: “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” (Yakobus 4:7) Kuasa firman Tuhan, di dalam nama Yesus, pasti akan membawa kemenangan bagi kita! Tetapi di samping itu, yang harus mempunyai keinginan untuk mengubah sikap hidup serta menjaga kekudusan diri adalah kita sendiri.

Rasul Paulus menasihati jemaat di Filipi: “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8) Maksudnya, dari pada kita membuang waktu memikirkan hal-hal sementara yang tidak ada gunanya, yang bisa menyebabkan terciptanya dosa-dosa rahasia, ia menganjurkan agar kita memikirkan hal-hal sorgawi, yang kekal, ... yang bermanfaat bagi kehidupan kita. (Kolose 3:2) Ia menganjurkan, agar kita selalu hidup di dalam Roh: “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging - karena keduanya bertentangan - sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.” (Galatia 5:16-17)

Seperti yang sudah disinggung di awal artikel ini, setiap orang, termasuk saya, pasti menyembunyikan paling sedikit sebuah dosa rahasia, yang mungkin terjadi di masa lampau atau sampai sekarang masih tetap dilakukan secara diam-diam. Bagi yang mau bertobat, sekalipun awalnya diprakarsai dan ditawarkan oleh Tuhan, kesuksesannya mutlak berada di tangan kita. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali mengabaikan perkataan Yesus kepada wanita yang tertangkap basah sedang berzinah di suatu siang hari bolong, setelah para pendakwanya yang bermaksud merajam dia pergi meninggalkan: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yohanes 8:11)

Perintah itu masih berlaku sampai sekarang bagi semua orang yang bersedia meninggalkan ‘dosa-dosa rahasia’ mereka untuk selama-lamanya, yang mau berjanji untuk selalu mengikuti langkah-langkah-Nya sampai saat kedatangan-Nya kembali untuk kedua kalinya. Haleluya!

Terpujilah nama Tuhan untuk selama-lamanya. Amin!

John Adisubrata
September 2010

Thursday, August 5, 2010

Dosa-Dosa Rahasia (3)


Oleh: John Adisubrata

TRAIN OF THOUGHTS

“Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.” (Matius 5:30)

Sekali lagi, ... selain ada banyak sekali macam dosa yang dirahasiakan oleh setiap orang, baik orang-orang kristiani maupun tidak, sebenarnya hanya ada dua kategori saja yang merangkum semuanya, yaitu: Perbuatan dosa yang pernah terjadi di masa lampau, dan perbuatan dosa yang dengan penuh kesadaran masih dilakukan sekarang. Keduanya bisa terjadi dengan sengaja maupun tidak.

Sengaja dalam arti: “Dari awalnya menyadari kenyataan dosa itu serta akibat-akibatnya, tetapi tetap melakukannya tanpa merasa gentar.”

Tidak sengaja dalam arti: “Dari awalnya menyadari kenyataan dosa itu serta akibat-akibatnya, tetapi walaupun sebenarnya tidak berhasrat, gara-gara emosi yang ‘membara’, menjadi lupa daratan dan akhirnya melakukannya dengan konsekuensi yang tidak jarang ditanggung seumur hidup, baik oleh diri sendiri maupun orang-orang lain.”

Seperti contoh-contoh yang sudah diuraikan sebelumnya, kendatipun tidak 100%, hampir semuanya adalah dosa-dosa seksuil, atau paling sedikit mempunyai kaitan erat dengan tema itu. Awalnya selalu terjadi di ‘alam fantasi seksuil’ seseorang, ... di setiap generasi, terutama yang masih muda belia, alam di mana khayalan-khayalan yang menyesatkan, lamunan-lamunan yang menyimpang, hasrat dan idaman hati setiap orang sudah tidak sesuai lagi dengan kenyataan hidup yang sebenarnya. Karena di sanalah Iblis berusaha untuk mempengaruhi umat manusia dengan menyelewengkan tujuan makna seks karunia Tuhan yang sebenarnya! Memakai ‘kaki-tangan’-nya di dunia, melalui seluruh media yang sedang populer setiap masa, ia menyebarkannya dengan gencar untuk meracuni benak pikiran korban-korbannya, dari yang berbentuk softcore sampai hardcore pornography. Semua itu telah diterima oleh masyarakat sebagai suatu hal yang cukup ‘normal’ di akhir zaman ini. Iblis tahu, jika kita bisa dipengaruhi olehnya di bidang itu, kita sudah menjadi miliknya!

Melalui suratnya, rasul Paulus memperingati jemaat di Efesus: “…, karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” (Efesus 6:12)

Selain alam roh, arena yang dimaksudkan oleh rasul Paulus di mana aktivitas-aktivitas semacam itu bisa terjadi, adalah alam pikiran kita sendiri. Di sanalah dosa-dosa rahasia manusia dimulai. Pada saat itu menjadi kenyataan, di luar kesadaran sendiri, kita sudah memindahkannya ke dalam hati kita, suatu arena lain di mana dosa-dosa seperti itu disimpan dan disembunyikan.

Kata dosa menurut definisi kamus alkitab mempunyai arti seperti ini: “Tindakan manusia secara perorangan ataupun secara bersama-sama yang menyimpang dari kehendak dan hukum Allah”. Di sini kata ‘menyimpang’ adalah sinonim kata ‘memberontak’, karena bagi Tuhan setiap sikap yang menentang Dia atau hukum-Nya adalah tindakan yang pasti memisahkan diri kita dari hadirat-Nya yang maha kudus.

Menolak atau meremehkan Tuhan, memperkosa atau membunuh seseorang, menggertak, menyalah-gunakan kekuasaan atau menganiaya jiwa (bullying) orang-orang yang lebih lemah, berzinah, mencuri, bergosip ria dan juga berbohong adalah tindakan-tindakan dosa. Dosa adalah dosa, karena memang tidak ada yang bisa dikategorikan sebagai dosa hitam atau dosa putih, dosa besar atau dosa kecil. Segala sesuatu yang menentang hukum Allah adalah dosa, apapun tujuan dan motifnya. Secara default, para ‘pemberontak’ itu sudah berada di pihak Iblis.

Setiap orang, beriman atau tidak, akan dihantui oleh kenyataan, bahwa dosa-dosa rahasia mereka akan selalu melekat di dalam ingatan. Apakah itu aborsi, masturbasi, kecanduan pornografi, homoseksualitas, paedophilia, atau perzinahan, pelacuran, pembunuhan, dan lain sebagainya. Sekalipun kita berusaha keras untuk melupakannya, Iblis tidak akan tinggal diam, karena ia mau memastikan, bahwa semua itu selalu segar di dalam ingatan kita. Apabila kita sudah terlanjur ‘jatuh’, ia juga akan memastikan, bahwa kita tetap terbelenggu oleh dosa-dosa tersebut.

Iblis dijuluki di dalam alkitab sebagai ‘pendakwa’ umat Tuhan. (Wahyu 12:10) Mengenal dosa-dosa rahasia setiap orang, dia-lah penanam ide-ide jahat tersebut di dalam pikiran kita. (Matius 13:25,39a) Tetapi kemudian dengan licik sekali, ia memutar-balik dengan menuduh, bahwa kitalah yang memulai pikiran-pikiran itu, ... kitalah yang menginginkannya. Apalagi ... jika kita sudah terlanjur melakukannya! Iblislah yang menjadi penyebab umat manusia selalu merasa bersalah, malu dan tidak berharga. Ia-lah yang menjadi penyebab kita tak henti-hentinya merasa menyesal.

Sebagai umat yang percaya, kita mempunyai dua pilihan: Menyerah dan menerima godaan-godaan Iblis tersebut begitu saja, terus membayangkan dan ‘menikmati’-nya, atau ... dengan menggunakan kuasa firman Tuhan, kita menghardiknya pergi! Karena jika kita tidak segera bertindak, akhirnya ia akan menguasai dan mendominasi hidup kita.

Itulah yang dimaksud oleh Tuhan Yesus ketika Ia memperingati para pengikut-Nya: “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Matius 5:28)

Jadi jika sebelumnya, di zaman Perjanjian Lama, yang dikategorikan sebagai tindakan-tindakan dosa adalah actions (yang dilakukan), semenjak zaman Tuhan Yesus, ... hanya memikirkan saja (thoughts), kita sudah melakukannya! Iblis-lah yang menanam benih-benih jahat itu. Selama tetap dalam bentuk sebutir bibit (memandang), itu belum dosa. Tetapi pada saat benih tersebut mulai bersemi (menginginkan/membayangkan), sekalipun perzinahan belum terjadi (melakukan), hal itu sudah dikategorikan oleh-Nya sebagai dosa, karena sebenarnya kita sudah menikmatinya!

Jelas sekali, masturbasi adalah suatu tindakan dosa rahasia yang sekaligus merangkum ketiga-tiganya: memandang, menginginkan/membayangkan dan melakukannya!

Sekalipun tema ini tidak pernah dibahas secara langsung di dalam alkitab, tetapi sesuai hukuman mati yang tertimpa pada Onan, anak Yehuda (Kejadian 38), oleh karena perbuatannya yang menyebabkan namanya sampai sekarang dipergunakan di seluruh dunia untuk melukiskan asal-usul masturbasi (onani), pernyataan Yesus tersebut cukup untuk meneguhkan, bahwa hal yang biasanya dirahasiakan dan dilakukan secara sembunyi-sembunyi itu adalah tindakan dosa!

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; ...” (Efesus 6:11)

(Bersambung)

DOSA-DOSA RAHASIA (4)

CONFIDE IN HIM!

Thursday, July 22, 2010

Dosa-Dosa Rahasia (2)


Oleh: John Adisubrata

SEXUAL FANTASIES

“Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, ...” (Kolose 3:5)

Selain sedari dahulu umat manusia memang pandai sekali menutupi dan menyangkal dosa-dosa rahasia mereka sendiri, bahkan berpura-pura seakan-akan mereka adalah orang-orang maha kudus yang tidak pernah terlibat dengan hal-hal yang bertentangan dengan perintah-perintah Tuhan, biasanya mereka juga selalu berusaha untuk membuktikan ‘kebalikan’-nya. Seolah-olah dengan mengecam tindak tanduk orang-orang lain yang berani mempraktekkan dosa-dosa rahasia yang mereka sembunyikan itu, mereka bisa membentuk ‘alibi’ yang kuat.

Menjelang akhir tahun 2006 sebuah skandal tak terduga telah menggoncangkan masyarakat Kristen di Amerika Serikat, di mana seorang hamba Tuhan sudah tertangkap basah melakukan ‘perbuatan’, yang diketahui oleh umum, bertahun-tahun lamanya justru ditentang dan dihakimi olehnya. Melalui khotbah-khotbah di gerejanya, yang juga ditayangkan melalui televisi, ia dikenal sebagai seorang penginjil yang dengan gencar sekali selalu menyerang dan memerangi gaya hidup kaum gay (homoseksuil) di negaranya.

Bersembunyi di balik tedeng aling-aling tersebut, ternyata akhirnya terbongkar, bahwa kendatipun ia sudah menikah dan berkeluarga, diam-diam lebih dari tiga tahun lamanya secara rutin ia sendiri sudah menjadi pelanggan seorang pelacur laki-laki!

Jadi ... untuk menutupi dan menyembunyikan dosa rahasia tersebut, ia rajin menghakimi orang-orang lain yang berani melakukannya. Sungguh tidak berbeda dengan kemunafikan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi di zaman Perjanjian Baru!

Peristiwa yang serupa terjadi pertengahan bulan Mei 2010 yang lalu, di mana seorang politikus Australia juga telah tertangkap basah melakukan hal yang sama. Diberitakan oleh media nasional, bahwa pria setengah abad yang sudah beristri dan mempunyai keluarga itu berhasil mengelabui mata mereka lebih dari 20 tahun lamanya. Bahkan penduduk daerah yang diwakili olehnya tidak pernah menyadari kelakuannya. Seperti Herman Rockefeller, ia mempraktekkan hidup penuh kemunafikan, ... a double life! Dikenal oleh masyarakat sebagai seorang yang menggagaskan kesejahteraan hidup kekeluargaan yang harmonis, ternyata ia sendiri sudah mengkhianati hal itu bertahun-tahun lamanya. Secara diam-diam, untuk melampiaskan gairahnafsu seksuil yang dirahasiakan olehnya selama itu, ia sering mengunjungi sebuah Gay Club daerah lampu merah kota Sydney dengan harapan untuk bisa menemui seorang yang seminat, yang bersedia menjadi pasangan seksuilnya secara casual.

Ditujukan kepada semua orang, Yesus pernah berkata: “Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.” (Yohanes 12:46) Memang kenyataannya, tidak ada yang bisa disembunyikan di hadapan Tuhan, ... lambat-laun semuanya akan dibongkar oleh-Nya. Kalau tidak sekarang, tentu pada saat penghakiman di akhir zaman! Markus mencatat: “Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu rahasia yang tidak akan tersingkap.” (Markus 4:22)

Menjelang akhir November 2009, kebenaran ayat itu digenapi di dalam kehidupan salah seorang golfer terhebat saat ini! Tiger Woods, yang dipromosikan di negaranya, dan juga di dunia, sebagai seorang suami dan ayah yang patut diteladani, berhasil mengejutkan para penggemarnya, bahkan masyarakat umum lainnya yang biasanya tidak pernah tertarik untuk mengikuti perkembangan olahraga tersebut. Di luar dugaannya sendiri rahasia yang tadinya ia sembunyikan begitu rapat bertahun-tahun lamanya dari pengetahuan istri, keluarga dan juga fannya, tiba-tiba terbongkar dan langsung menjadi bahan percakapan terhangat media dunia pada saat itu. Ternyata di balik topeng kealiman yang selalu diperagakan olehnya di depan umum, lelaki jutawan bertampang kalem inipun menyimpan sebuah dosa rahasia! Selama itu ia sudah melibatkan dirinya secara seksuil dengan paling sedikit selusin wanita-wanita cantik, dari yang bertaraf callgirls (pelacur-pelacur panggilan) sampai artis-artis yang pernah membintangi film-film porno!

Belum lama ini saya mengenal seorang pria berusia lanjut yang seumur hidupnya berhasil merahasiakan sebuah peristiwa yang terjadi di masa mudanya. Dikenal sebagai seorang kepala rumah tangga yang baik, seorang ayah yang beriman pada Kristus, sering kali ia dijadikan teladan oleh keluarga-keluarga lainnya. Beberapa hari sebelum ia meninggal dunia, melalui peristiwa tak terduga, terbongkarlah, bahwa ternyata sebelum menikah, ia sudah mempunyai seorang anak dengan wanita lain. Anak-anak kandungnya yang menjadi terpana mendengar dosa rahasianya dilucuti di depan mereka, merasa kecewa sekali. Karena ternyata, kendatipun sebelumnya ayah mereka mempunyai banyak kesempatan untuk menjelaskan hal itu kepada anak-anaknya, ia memilih untuk tetap merahasiakannya.

Sampai saat ini tidak ada seorang pun di antara mereka yang mengetahui latar belakang kejadian tersebut. Berbagai pertanyaan tak terjawabkan timbul di dalam hati mereka: Siapakah wanita itu? Mengapa setelah mengetahui kehamilannya mereka tidak menikah saja? Apakah yang menyebabkan ia berpisah dengan wanita itu, lalu menikah dengan ibu kandung mereka? Ternyata detil-detil penting yang ketika itu bisa ia bagikan kepada anak-anaknya untuk menolong mereka memahami seluk-beluk terjadinya peristiwa tersebut, dibawa pergi olehnya masuk ke liang kubur untuk selama-lamanya.

Salah seorang anaknya yang ingin sekali memperbaiki kekeliruannya dahulu, berusaha menghubungi kakaknya. Dengan menawarkan jalinan persahabatan, ia ingin memulai suatu era hidup kekeluargaan yang baru bersamanya. Tetapi sayang sekali, upayanya ternyata gagal, karena setelah merasa seumur hidupnya ditolak dan diabaikan oleh ayah mereka, penuh kepahitan kakaknya menolak untuk menanggapi uluran tangannya.

Ternyata perkataan Yesus yang dicatat di Markus 4:22 tersebut tidak hanya berlaku untuk melucuti tindakan-tindakan dosa yang sedang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tetapi juga untuk membongkar peristiwa-peristiwa memalukan yang pernah terjadi di masa lampau seseorang. Di samping itu ada juga dosa-dosa rahasia yang mempunyai konsekuensi seperti yang ditulis oleh rasul Paulus di dalam suratnya kepada jemaat di Roma: “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23)

Salah satu peristiwa cukup unik mengenai terbongkarnya sebuah dosa rahasia yang berakhir dengan maut, adalah kisah seorang bekas serial killer dari Amerika Serikat bernama Ted Bundy. Mengaku sebagai seorang yang dibesarkan di dalam keluarga Kristen yang ‘normal’, ia berhasil menyembunyikan perbuatan-perbuatan jahatnya dengan licin sekali. Semua itu diawali oleh sebuah majalah porno yang ia temukan di dalam tong sampah tetangga ketika ia masih berumur 12 tahun. Semenjak saat itu ia diracuni (dirasuki!) oleh roh Iblis yang menyebabkan ketagihannya akan segala sesuatu yang berkaitan dengan pornografy dan sexual fantasies yang sudah tidak sesuai lagi dengan tujuan hubungan seks yang sebenarnya. Ia mengakui, bahwa dengan berlalunya waktu, dosa-dosa rahasianya pun berkembang terus, meningkat ... dari lamunan-lamunan yang awalnya hanya menodai benak pikirannya saja, menjadi tindakan-tindakan keji yang membawa maut pada setiap korbannya.

Karena pandainya berpura-pura, ayah, ibu, saudara-saudara dan keluarga terdekatnya, bahkan teman-teman kuliahnya, tidak pernah menduga, bahwa selama lebih dari 10 tahun terakhir itu ia sudah membantai 28 wanita dengan kejam sekali! Tetapi pada tanggal 24 Januari 1989, tepat jam 7:16 pagi, pembunuh yang menjadi lebih termasyhur lagi gara-gara pertobatan dan kelahiran-barunya, menuai konsekuensi dari dosa-dosa rahasianya, yaitu ... maut! Pagi itu ia dihukum mati di atas kursi listrik penjara. (Baca: D.O.A.: Nyaris Tiada Maaf, bagian 1-4)

“Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.” (Lukas 8:17)

(Bersambung)

DOSA-DOSA RAHASIA (3)

TRAIN OF THOUGHTS

Friday, July 2, 2010

Dosa-Dosa Rahasia (1)


Oleh: John Adisubrata

A DOUBLE LIFE

“Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.” (Yohanes 3:19)

Akhir bulan January 2010 semua media di Australia mengabarkan hilang tak berbekasnya seorang konglomerat kota Melbourne, Herman Rockefeller (52 tahun), sepulang dari perjalanan bisnisnya ke luar kota. Diberitakan, bahwa setelah ia meninggalkan Melbourne Airport, tak seorang pun melihatnya lagi. Malam itu pengusahawan yang juga dikenal sebagai seorang jutawan kota itu tidak langsung pulang ke rumah dari bandara seperti biasanya. Kesejahteraannya sangat dikuatirkan, … jangan-jangan suatu hal buruk yang tidak terduga telah terjadi pada dirinya.

Beberapa hari kemudian dengan wajah penuh linangan airmata, istrinya, didampingi oleh adik laki-laki Herman Rockefeller, yang adalah seorang rekan sepengusahanya, tampil di depan kamera, memohon kepada masyarakat, agar siapapun juga yang sempat melihat dia, … di mana saja, untuk segera melaporkan hal itu kepada polisi setempat. Tidak lama sesudahnya mobil yang dikendarai olehnya dari airport berhasil ditemukan, ditinggalkan di tepi jalan raya di pinggir kota. Bersamaan dengan hasil penemuan terakhir itu juga diberitakan, bahwa dua orang tersangka telah ditahan polisi untuk diinterogasi.

Seminggu kemudian gemparlah Australia oleh berita, bahwa pengusahawan yang sukses tersebut, yang dikenal oleh para kerabat dan orang-orang terdekatnya sebagai seorang suami dan ayah yang baik, ternyata menyimpan sebuah ‘dosa rahasia’ yang tidak pernah diketahui oleh keluarganya. Bertahun-tahun lamanya, di luar pengetahuan istrinya sendiri, laki-laki yang tampak alim tersebut ‘menjalani kehidupan ganda’ (lead a double life) secara diam-diam!

Melalui beberapa HPs pribadi yang dirahasiakan olehnya, terbongkarlah, bahwa selama itu ia sudah menjadi anggota ‘Swinger’s Club’ di kotanya, sebuah perkumpulan yang memang dibentuk untuk melayani hasrat seksuil para suami istri yang mempunyai pandangan liberal sekali tentang konstitusi perkawinan di akhir zaman. Klub semacam itu, yang akhir-akhir ini tumbuh dengan subur di kota-kota besar di Australia laksana jamur-jamur liar dimusim hujan, menghimbau para anggotanya untuk saling tukar-menukar pasangan, bahkan menghalalkan kegiatan group sex, ... sesuai persetujuan bersama.

Minggu berikutnya ditemukan di halaman belakang rumah kedua orang tersangka itu sisa-sisa tubuh manusia yang diperkirakan adalah bagian-bagian dari tubuhnya yang sudah dipotong-potong dan dibakar. Ironis sekali, oleh karena terjadinya tepat pada hari ulang tahun negara Kangguru ini (Australia Day), membau kepulan-kepulan asap daging yang dibakar, para tetangga mereka mengira, Mario Schembri (57 tahun) dan pacarnya, Bernadette Denny (41 tahun), sedang BBQ-an di pekarangan belakang rumah untuk merayakannya.

Oleh karena proses pengadilannya masih belum dimulai, sekalipun kedua orang itu sudah mengakui kesalahan mereka di dalam kasus pembunuhan tersebut, masyarakat hanya tahu, bahwa ... dari bandara Melbourne Herman Rockefeller tidak pulang ke rumah, tetapi langsung pergi menjumpai pasangan yang baru saja ia kenal melalui situs klub mereka. Pertemuan yang terbukti mencelakakan dirinya secara fatal itu bisa terbongkar, gara-gara percakapan mereka melalui salah satu telepon genggam rahasianya berhasil dilacak oleh polisi. Diperkirakan, oleh karena pertemuan itu tidak berjalan sesuai dengan rencana mula-mula, timbullah pertengkaran yang membuat pasangan tersebut menjadi mata gelap dan akhirnya membunuh dia.

Kisah nyata tersebut mengingatkan, bahwa ... merahasiakan tindakan-tindakan dosa dari sorotan umum atau orang-orang yang mengenal kita, bahkan dari anggota-anggota keluarga terdekat, adalah suatu ‘kebiasaan’ yang sudah lazim terjadi semenjak zaman dahulu kala. Bukan hanya di antara orang-orang yang belum percaya saja, tetapi juga mereka yang sudah menerima Kristus sebagai Juruselamat-nya.

Saya teringat akan dosa rahasia raja Daud, seorang yang berkenan di hati Tuhan. (Kisah Para Rasul 13:22) Setelah mencemari diri Batsyeba, untuk menutupi konsekuensinya, dengan kejam ia merekayasa pembunuhan Uria, suaminya! Seperti kedua orang yang akhirnya membunuh Herman Rockefeller, Daud juga terjerat di dalam kejahatannya sendiri, sehingga ia harus merancang perbuatan dosa yang lebih kejam lagi. Semuanya disembunyikan sedemikian rupa olehnya, berpura-pura seolah-olah peristiwa itu tidak pernah terjadi. Tetapi Tuhan mengutus nabi Natan untuk pergi menemui dan menegur dia. (2 Samuel 11) Perlu dicatat, sekalipun ia sangat menyesalinya, bahkan mau bertobat, akibat dosa-dosa itu akhirnya harus ditanggung keturunannya. Raja Salomo menulis: “Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri.” (Amsal 5:22)

Alkitab penuh dengan orang-orang yang pandai berpura-pura seperti dia. Di zaman Perjanjian Baru mereka dikecam oleh Tuhan Yesus sebagai orang-orang yang munafik: Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.” (Matius 23:28)

Kecaman yang relevan, yang dengan mudah sekali bisa ditujukan kepada generasi-generasi zaman sekarang. Karena seperti raja Daud, Herman Rockefeller atau kedua pembunuhnya, sejujurnya saja, setiap orang, ... termasuk saya, pasti mempunyai paling sedikit ... satu atau dua dosa rahasia’ yang tidak pernah diceriterakan kepada orang lain! Bahkan disembunyikan sedemikian rupa, dengan harapan agar tidak ada seorang pun yang bisa menduganya.

Sekalipun ada banyak sekali macam dosa yang dirahasiakan oleh orang-orang, semua itu sebenarnya bisa diringkas menjadi dua kategori saja, yaitu: Perbuatan dosa yang pernah terjadi di masa lampau, dan perbuatan dosa yang dengan penuh kesadaran masih dilakukan sampai sekarang.

Biasanya keduanya selalu berkisar di ‘alam fantasi seksuil manusia, ... alam di mana khayalan-khayalan yang menyesatkan, lamunan-lamunan yang menyimpang, hasrat dan idaman hati setiap orang sudah tidak sesuai lagi dengan kenyataan hidup yang sebenarnya. Setiap generasi pasti mengalaminya, terutama yang masih muda belia!

Karena di alam itulah Iblis selalu menggoda, mempengaruhi, menjatuhkan dan akhirnya menjerat mereka. Tak terkecualikan, ... umat kristiani yang hidupnya tidak bersandar pada kebenaran firman Tuhan. Menggunakan kecanggihan berbagai media masa kini, dengan mudah ia bisa menjangkau semua orang di seluruh dunia dalam waktu serentak, untuk meracuni benak pikiran mereka, membangkitkan ego dan ketamakan hati, serta mengubah (menyelewengkan) pengertian hubungan seks antar dua insan, yang sudah dikaruniakan dan dipercayakan oleh Tuhan kepada umat ciptaan-Nya!

Tidaklah mengherankan, mayoritas kaum remaja secara global, begitu juga orang-orang dewasa, mempunyai issue yang cukup serius di bidang pornografi dan masturbasi! Janji-janji kesetiaan pasangan-pasangan hidup yang diikrarkan pada hari pernikahan mereka sudah tidak mempunyai nilai sama sekali. Zaman sekarang perselingkuhan bukanlah merupakan suatu hal yang langka lagi, karena gaya hidup penuh kemunafikan yang ditawarkan oleh berbagai Swinger’s Clubs di dunia barat juga sudah dianggap cukup lumrah oleh masyarakat umum di mana-mana.

‘Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? (Matius 9:4)

(Bersambung)

DOSA-DOSA RAHASIA (2)

SEXUAL FANTASIES

Friday, June 26, 2009

Semuanya adalah Kasih Karunia (12)


Kesaksian John Adisubrata

PENUTUP: “BAGAIMANA SEKARANG?”

‘Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, sebab setelah Ia berfirman: “Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,” Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.” (Ibrani 10:15-17)

Beberapa tahun yang lalu saya menerima sebuah e-mail dengan message yang tak terlupakan. Seorang bernama TLK yang baru saja membaca kesaksian ini, tetapi versi yang mula-mula, ingin mengetahui, apakah setelah berlalunya waktu bertahun-tahun lamanya, isinya masih tetap relevan dengan kehidupan saya pada waktu itu.

Inilah kalimat pertama yang mengawali e-mail tersebut: “Bagaimana sekarang? Apakah masih hidup … di dalam Kristus?” Jarak antara hidup’ dan ‘di … jauh sekali, dipisahkan oleh berpuluh-puluh titik! Ia ingin mengetahui, apakah pandangan saya tentang Tuhan dan kasih-Nya kepada saya masih sama seperti saat ketika saya menulis kesaksian itu hampir enam tahun sebelumnya? Apakah saya masih tetap mengasihi dan mau melayani Dia seperti yang saya ceriterakan di sana? Pertanyaan-pertanyaannya mempunyai alasan-alasan yang amat sah!

Saya memahami kesangsiannya, karena memang sering kali ketidak-konsistenan hidup seperti yang ia duga itu terbukti dan terjadi di mana-mana. Banyak orang yang mendadak berubah ‘pikiran’ sesudah mengikuti Kristus bertahun-tahun lamanya. Baik oleh karena kecewa, atau … merasa dikecewakan! Sesuatu yang tampak lumrah sekali terjadi di akhir zaman ini!

Terus terang saja, seperti mereka, saya juga tidak immune dari hal-hal seperti itu! Tetapi kendatipun demikian saya selalu memegang erat-erat janji-janji firman Tuhan, pada saat-saat genting di mana saya membutuhkan kekuatan-Nya. Firman yang tidak berubah sampai selama-lamanya, yang memberi jaminan teguh kepada kita, jika kita benar-benar bersandar kepada-Nya!

Saya percaya sekali akan ayat yang mempunyai arti amat penting ini: Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” (Yohanes 8:36) Demikian juga ayat yang ditulis oleh rasul Paulus di dalam suratnya kepada jemaat di Filipi: “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” (Filipi 1:6) Dan ayat yang ditulis olehnya khusus untuk memberikan kepastian kepada jemaat di Tesalonika: Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.” (1 Tesalonika 5:24)

Tetapi kendatipun demikian, saya juga tidak mau mengabaikan firman Tuhan yang menganjurkan kepada kita untuk selalu berjaga-jaga, agar jangan sampai kita terpedaya lagi oleh Iblis, dengan kembali melakukan dosa-dosa yang sama, bahkan ... dosa-dosa yang lebih jahat lagi! (Matius 7:15-23, 25:1-13; Lukas 11:24-26; Wahyu 2-3)

Tentu saja jawaban saya kepada TLK adalah: “Ya, saya masih tetap hidup di dalam Kristus, dan tetap melayani di bidang-bidang yang sudah dipercayakan kepada saya!” Karena memang itulah kenyataan yang sebenarnya.

Selama tahun-tahun yang sudah berlalu dengan pesat ini saya belajar, bahwa:

1. Tuhan selalu memprakarsai persekutuan yang intim dengan umat-Nya. Melalui kuasa Roh Kudus, Ia-lah yang mengetuk pintu hati nurani kita, membisiki dan menasehati, bahkan kadang-kadang memperingati untuk menyadarkan kita dari tindakan-tindakan yang keliru, bahkan tindakan-tindakan dosa. Tetapi biasanya selalu kita acuhkan, karena tidak/belum mengenali suara-Nya. Meskipun demikian, kesabaran-Nya tidak terbatas! Keputusan terakhir selalu ada di tangan kita. Apakah kita mau meresponi gagasan-Nya, … Ia tidak akan memaksakannya! (Yohanes 15:16)

2. Sampai saat ini Tuhan masih terus berbicara, baik melalui firman-Nya maupun langsung di dalam lubuk hati nurani saya. Membimbing, agar saya semakin hari semakin dekat dengan Dia, dan lebih bersandar kepada-Nya. (Ulangan 30:14) Tidak jarang suara-Nya yang lembut itu memberikan perintah-perintah secara spontan, yang sekarang selalu saya tanggapi dengan hati gentar!

3. Kesetiaan setiap orang tua yang bertekun di dalam doa bagi keselamatan hidup anak-anak mereka, demikian juga istri-istri bagi suami-suami mereka, atau kebalikannya, kendatipun harus melalui jangka waktu yang sering kali tak terduga, PASTI akan dikabulkan oleh-Nya! (Matius 21:22) Sudah terbukti melalui kesaksian-kesaksian orang percaya sepanjang masa, bahwa doa-doa mereka mempunyai kuasa yang besar untuk menentukan, bahkan mengubah suasana.

4. Jika kita sudah pernah mengakui-Nya sebagai Tuhan, tetapi meninggalkan-Nya, Ia PASTI akan memberikan kesempatan yang kedua kepada kita! (Lukas 15:11-32) Cara-cara-Nya memanggil setiap orang selalu unik dan berbeda-beda, disesuaikan dengan bakat, bidang atau minat masing-masing. Biasanya kita akan dipakai oleh Tuhan untuk melayani di ladang-Nya menggunakan kombinasi dari ketiga kategori tersebut.

5. Sering kali Tuhan memanggil umat-Nya melalui peristiwa-peristiwa adikodrati bagi mereka yang memiliki iman seperti Tomas, seorang rasul yang menolak mempercayai kebangkitan Kristus. Tanpa bukti-bukti yang nyata, ia tidak bisa menerima kebenaran itu. (Yohanes 20:24-29) Saya harus mengakui dengan terus terang, bahwa sekarang saya sudah takluk sekali akan kuasa-Nya yang dahsyat. Saya sudah tidak berani menyangsikan atau mempertanyakannya lagi!

6. Di hadapan Tuhan tidak ada kuasa-kuasa kegelapan yang bisa bertahan. (Lukas 8:28) Dosa-dosa kita, yang sebenarnya diakibatkan oleh karena kehadiran roh-roh jahat yang menguasai tubuh dan jiwa, serta membelenggu hidup kita, … semua itu akan diusir oleh-Nya! Diri kita akan dibersihkan seluruhnya terlebih dahulu sebelum Ia berkenan memenuhinya!

7. Tiba suatu saat setiap orang yang mengasihi Tuhan mengalami penolakan-penolakan atau ejekan-ejekan, ketika berusaha untuk memuliakan nama-Nya melalui sikap hidup atau pelayanan-pelayanan mereka. (Ibrani 11:36) Tidak jarang hal-hal seperti itu berasal dari kalangan sendiri. (Yohanes 9:28) Ketika saya mengalaminya, Tuhan mengingatkan sikap saya sendiri terhadap umat pilihan-Nya dahulu sebelum saya lahir baru, agar saya bisa memahami tindakan-tindakan mereka. Karena meskipun Ia sudah menyelamatkan hidup saya, hukum tabur-tuai masih tetap berlaku!

8. Roh Kudus bisa mengubah hidup setiap orang, tanpa perkecualian. Kasus yang paling sulit pun tidak menjadi masalah bagi Tuhan. (Kisah Para Rasul 9:1-19a) Jika Ia bisa mengubah hidup saya, saya percaya sekali, semua orang juga bisa mengalaminya. Haleluya!

Mudah sekali untuk diprediksi, bahwa semenjak saat itu saya melayani Tuhan di bidang musik, walaupun hanya secara amatiran saja. Di samping itu bakat saya di bidang menulis, yang sudah lama sekali saya tinggalkan semenjak terjun ke dunia kerja, dibangkitkan kembali oleh-Nya. Kendatipun sering kali merasa tidak mampu, saya menerima tugas-tugas yang Tuhan percayakan dengan sungguh-sungguh. Saya berjanji kepada-Nya, bahwa selain menggunakan bakat-bakat tersebut hanya bagi kemuliaan nama-Nya saja, saya juga memakainya sebagai alat untuk menghimbau kedamaian, kesatuan dan kesejahteraan tubuh Kristus!

Terus terang saja, saya merasa kontribusi yang saya berikan di ladang Tuhan tidak berarti sama sekali. Tetapi Tuhan selalu mengingatkan dengan membawa saya kembali ke hari yang amat penting di gereja Indonesia itu, di mana Ia memanggil saya menggunakan dua buah lagu hasil karya hamba-hamba-Nya yang setia, yang menciptakannya lebih dari 100 tahun yang lalu! Siapakah yang menduga, bahwa lagu-lagu tersebut bisa menyentuh hati Bapa di sorga, sehingga layak untuk dinyanyikan oleh malaikat-malaikat-Nya?

Saya yakin, baik Albert Hag Malotte, pencipta lagu The Lord’s Prayer, maupun John Newton, penggubah lagu: Amazing Grace, tidak akan pernah menduga, bahwa sampai sekarang hasil pelayanan mereka itu bisa membuat impact yang begitu besar di dunia. Bahkan di sorga! Saya adalah saksi mereka, karena saya mendengar dengan jelas sekali kedua lagu tersebut didendangkan dengan indahnya oleh para malaikat sorgawi pada siang hari itu.

Tuhan juga mengajarkan, bahwa pelayanan bukan harus selalu bersifat masal. Ia hanya menuntut kesetiaan kita untuk melakukannya. Ia ingin agar kita mengerjakannya untuk kemuliaan nama-Nya saja, dan bukan dengan agenda-agenda tersembunyi yang mendahulukan kepentingan-kepentingan diri kita sendiri! Selanjutnya, … serahkan kepada Tuhan saja. Karena satu orang berdosa yang bisa diselamatkan oleh karena ketekunan kita melayani di ladang-Nya, akan membuat para malaikat di sorga bersukaria! Seperti yang dinyatakan oleh Yesus sendiri: Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Lukas 15:10)

Sekarang setelah lebih dari 12 tahun berlalu saya harus mengakui, bahwa saya masih tetap berjuang seperti yang dilukiskan oleh rasul Paulus di dalam suratnya kepada jemaat di Filipi: Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:12-14)

Karena saya tetap mempunyai keinginan seperti dulu, yaitu untuk maju terus di dalam iman dan akhirnya memenangkan pertandingan yang tidak mudah ini, agar jika waktu saya ‘tiba’, saya juga bisa menulis seperti dia: Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (2 Timotius 4:7)

Terpujilah nama Tuhan sampai selama-lamanya. Haleluya!

John Adisubrata
April 1997
Diolah kembali: Juni 2009

Friday, June 19, 2009

Semuanya adalah Kasih Karunia (11)


Kesaksian John Adisubrata

KEAJAIBAN KEDELAPAN: CIPTAAN YANG BARU

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17)

Keajaiban ini membuat semua keajaiban yang telah saya alami sebelumnya tampak tidak berarti sama sekali, karena puncak dari panggilan Tuhan kepada setiap umat yang dikasihi-Nya digenapi di sini: suatu ciptaan yang baru. Perubahan-perubahan yang terjadi pada diri saya sesudah peristiwa itu berlalu, amat sukar untuk dicernakan dengan pengertian saya sendiri, bahkan … pengertian orang-orang di sekitar saya.

Kendatipun ada yang pada awalnya menolak untuk mempercayai ketulenan kejadian itu, mentertawakan, mengejek, bahkan mengolok-olokkannya, mereka tidak bisa membantah kenyataan, bahwa … peristiwa itu berhasil mengubah sikap hidup saya! Kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak berkenan di hati-Nya, dicabut oleh Tuhan secara instan, diganti dengan kerinduan-kerinduan baru yang sesuai dengan firman-Nya. Sedangkan karakter-karakter yang mendukakan hati-Nya, yang sebenarnya sudah lama mendarah daging di dalam diri saya, diubah secara bertahap. Saya akui, proses perubahan tersebut masih terus berjalan sampai sekarang!

Segala sesuatu yang sebelumnya tidak pernah saya perhatikan, sebab tampak ‘biasa-biasa’ saja, tiba-tiba menjadi berarti sekali bagi saya. Semua ciptaan Tuhan, dari rumput-rumput yang berwarna hijau, bunga-bunga yang beraneka ragam, sampai burung-burung yang berkicauan di udara, semuanya menimbulkan sukacita di dalam hati, karena semenjak saat itu saya menjadi mampu untuk melihat dan mengagumi kebesaran kuasa-Nya. Mengucap syukur untuk hal-hal yang paling kecil pun menjadi suatu kebiasaan yang rutin, karena sekarang saya bisa menghargai berkat-berkat tersebut.

Kasih karunia yang Tuhan anugerahkan kepada saya dengan cuma-cuma, membuat saya semakin jatuh cinta kepada-Nya. Bahwa Ia mengasihi dan mau menyelamatkan hidup saya, adalah suatu hal yang sukar sekali untuk bisa dipahami. Seperti umumnya terjadi pada orang-orang yang mengalami fenomena serupa itu, Ia juga langsung menjadi pusat kehidupan saya, nomor satu dan di atas segala-galanya! Istri dan anak saya bisa segera menikmati benefitnya, karena keharmonisan hidup kami sekeluarga menjadi semakin bertambah maksimal.

Semenjak saat itu, jika saya mendengar nama Yesus disebut, atau membaca lagi kisah tentang penyaliban-Nya, entah mengapa, … lubuk hati saya menjadi tergetar secara ajaib sekali. Tiba-tiba penderitaan yang dilalui oleh-Nya di bukit Golgota lebih dari 2000 tahun yang lalu menjadi relevan sekali bagi saya. Seolah-olah semua itu harus diderita oleh-Nya hanya untuk menyelamatkan diri saya!

Karena semenjak hari Minggu tanggal 30 Maret 1997, kira-kira jam 2.30 siang, seperti televisi yang baru pertama kali dipasang menggunakan sebuah antenna agar bisa menangkap gelombang-gelombang acara TV dengan jelas, Roh Kudus telah membantu memberikan kemampuan kepada saya untuk memahami kehendak Bapa di sorga.

Isi firman Tuhan yang dahulu tampak sukar untuk dimengerti, mendadak menjadi seperti aliran sungai kehidupan yang berarti sekali bagi saya. Saya menjadi lapar dan haus akan firman-Nya! Pengertian isi kitab Wahyu yang sebelumnya tidak pernah menarik perhatian saya, dibukakan oleh-Nya secara ajaib sekali. Seolah-olah Tuhan hendak memperingatkan, bahwa saat kedatangan-Nya kembali untuk menjemput umat yang dikasihi oleh-Nya sudah dekat sekali!

Kalau sebelumnya saya selalu mempunyai pandangan yang amat toleran tentang setiap agama di dunia, karena mereka memang sama baiknya, pendirian itu sekarang menjadi berubah. Tanpa ingin mengurangi rasa hormat kepada agama-agama lainnya, saya harus mengakui dengan jujur, bahwa mulai saat itu saya bisa melihat, bahwa Tuhan Yesus berbeda sekali dengan tokoh-tokoh pendiri agama-agama tersebut. Apabila mereka hendak menunjukkan jalan kebenaran kepada para pengikutnya, mereka berkata: “Itulah jalan yang harus engkau ikuti, …” Mereka selalu menunjuk ke arah yang lain, bukan diri mereka sendiri.

Tetapi ketika Tuhan Yesus berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6), Ia menunjuk diri-Nya sendiri. Sebab memang benar, hanya Yesus-lah satu-satunya Jalan, Kebenaran dan Hidup!

Salah satu perubahan lain yang juga tampak nyata sekali setelah peristiwa itu terjadi, adalah ketabahan saya untuk memproklamirkan kepada umum, bahwa saya adalah seorang pengikut Kristus yang mencintai-Nya dengan sungguh-sungguh. Berbeda sekali dengan dulu saat saya mengaku beragama Kristen, tetapi merasa jengkel terhadap pengikut-pengikut-Nya yang ‘fanatik’, yang tanpa merasa ragu atau malu memuliakan nama-Nya di depan umum!

Seakan-akan memiliki api yang berkobar-kobar di dalam hati, saya merasa terdorong untuk selalu menjadi saksi-Nya, untuk menceriterakan kebesaran kasih karunia Tuhan dan kebenaran firman-Nya kepada orang-orang yang belum mengenal Dia. Nabi Yesaya menulis: “umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.” (Yesaya 43:21)

Selain itu, sebagai pengganti hobby saya di bidang musik pop dan rock, Roh Kudus memberikan jenis-jenis musik yang jauh lebih indah, yang sekarang bisa saya mengerti makna dan tujuannya. Lagu-lagu praise and worship untuk memuliakan, memuji dan menyembah Tuhan! Irama lagu-lagu tersebut berkumandang di dalam hati saya, pada saat saya memerlukannya, untuk menguatkan iman dan membangkitkan sukacita. Karena melalui hal itu saya tahu, Dia akan selalu menyertai saya di mana pun saya berada.

Kaset-kaset yang dibeli oleh istri saya di malam KKR tersebut menjadi salah satu dari koleksi lagu-lagu rohani yang paling saya gemari. Itulah hobby saya yang terakhir! Lagu Penyembah yang Benar, karya Franky Sihombing, menjadi salah satu dari lagu-lagu rohani kesayangan saya, yang selalu mengingatkan pentingnya hari pertobatan saya itu.

Kasih karunia Tuhan sungguh luar biasa! Kendatipun pada mulanya saya membangkang untuk pergi menghadap Dia ketika acara altar call di gereja Indonesia tersebut, bahkan menolak untuk menyerahkan diri saya kepada-Nya, Ia … Raja di atas segala raja, Tuhan di atas segala tuhan, bersedia untuk datang menghampiri, menjamah dan mengubah sikap hidup saya, bahkan memberi kesempatan kepada saya untuk menjadi salah seorang dari saksi-saksi-Nya yang hidup di akhir zaman. Sungguh suatu kehormatan yang luar biasa!

Saya tidak pernah menyadari sebelumnya, bahwa Alkitab penuh dengan kejadian-kejadian serupa yang membuktikan kasih karunia-Nya yang luar biasa itu. Di antaranya, ... yang paling nyata, ialah teladan-teladan yang sudah dilakukan oleh Tuhan Yesus sepanjang masa pelayanan-Nya yang singkat di dunia, di mana Ia justru pergi menghampiri orang-orang yang tidak layak, yang tidak berharga, memanggil dan menjadikan mereka pengikut-pengikut-Nya yang setia.

Saya bersyukur dan berterima kasih sekali atas kesempatan yang indah itu, yang sudah dianugerahkan kepada saya. Saya tahu, apa pun yang akan saya lakukan untuk-Nya mulai saat itu, tidak akan pernah bisa membalas berkat kasih karunia tersebut.

Sekarang saya menyadari, bahwa di dalam hidup ini tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Saya yakin, para artis VOG maupun The True Worshippers tidak akan pernah mengetahui kisah pertobatan saya ini, yang bisa terjadi hanya oleh karena pelayanan mereka di kota Brisbane malam itu. Kecuali ... jika mereka mendapat kesempatan untuk membaca kesaksian ini. Saya berterima kasih sekali atas kesediaan mereka datang ke kota kami, sehingga oleh karenanya saya bisa dipertemukan kembali dengan Pencipta saya, Allah Bapa di sorga.

Dan saya juga menyadari, bahwa hal-hal yang sama mungkin akan terjadi di dalam pelayanan saya sendiri. Tanpa saya ketahui, ada tindakan-tindakan saya yang bisa mempengaruhi kehidupan orang-orang lain. Saya memohon kepada Tuhan, agar pengaruh-pengaruh itu selalu bersifat positif, yang memuliakan nama-Nya, seperti yang sudah berhasil dilakukan oleh kedua grup pemusik dari Indonesia tersebut di dalam kehidupan saya.

Mungkin kalimat berikut ini akan menimbulkan kesan ‘selfish’ di pihak saya. Oleh karena itu sebelumnya saya memohon maaf. Tetapi saya merasa yakin sekali, bahwa hari Minggu itu, tanggal 30 Maret 1997, adalah hari yang telah diadakan oleh Tuhan khusus untuk saya.

Terpujilah nama Tuhan sampai selama-lamanya! Haleluya!

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10)

(Bersambung)

SEMUANYA ADALAH KASIH KARUNIA (12)
Kesaksian John Adisubrata

PENUTUP: “BAGAIMANA SEKARANG?”

Friday, June 12, 2009

Semuanya adalah Kasih Karunia (10)


Kesaksian John Adisubrata

KEAJAIBAN KETUJUH: URAPAN-NYA DICURAHKAN

“Lihatlah, kami menghadap hadirat-Mu dengan kesalahan kami. Bahwasanya, dalam keadaan demikian tidak mungkin orang tahan berdiri di hadapan-Mu.” (Ezra 9:15b)

Kali ini saya tidak mempunyai kuasa lagi untuk mengelak, menghindari, atau menolak, … bahkan melarikan diri dari sensasi yang amat mengherankan tersebut, yang sejam sebelumnya sudah hampir terjadi, tetapi berhasil saya gagalkan!

Saya merasa terkejut sekali, … tertegun, bingung, dan entah apa lagi, … tidak ada kata-kata yang tepat, yang bisa menjelaskan segala sesuatu yang sedang terjadi di dalam hati dan diri saya siang hari itu. Saya merasa pribadi saya mendadak mengempis, … menjadi kecil sekali, tidak berarti, dan mulai hancur luluh berkeping-keping di hadapan SESEORANG yang amat luar biasa dahsyatnya, yang tidak saya kenal dan tidak pernah saya ketahui sebelumnya!

Akibatnya … tanpa bisa menahannya lagi, seperti ada kuasa yang mendorong tubuh saya ke belakang, saya terpelanting jatuh di atas tempat duduk di belakang saya dengan tubuh yang mengejang. Perlu ditekankan di sini, Tylio sama sekali tidak menjamah kepala saya, atau bagian-bagian tubuh saya yang lain!

Air mata saya mengalir keluar, bercucuran tak terkendalikan. Antara sadar dan tidak sadar, tiba-tiba saya merasakan suatu aliran listrik bervoltasi tinggi sekali, yang entah … berasal dari mana, menembus masuk ke dalam tubuh melalui bagian atas kepala saya. Aliran listrik yang bergetar dengan dahsyatnya di dalam diri saya tersebut langsung menyebar ke seluruh bagian-bagian tubuh saya yang lain.

Saya ingat sekali, bahwa pada saat yang bersamaan saya melihat seakan-akan ada suatu sinar amat terang, yang entah … saya bisa menatapnya menggunakan kedua mata saya yang sedang tertutup rapat, atau sinar itu terlihat oleh mata hati saya yang mendadak menjadi terbuka lebar!

Sementara saya masih tetap bisa mendengarkan alunan lagu Amazing Grace terus dinyanyikan oleh Tylio, saya juga mendengar suara orang-orang lain yang tiba-tiba datang mengerumuni diri saya dari berbagai jurusan di dalam ruangan tersebut. Mereka mengeluarkan suara-suara aneh yang tidak pernah saya dengar sebelumnya.

Dari ubun-ubun kepala, saya terus merasakan arus aliran listrik bervoltasi tinggi itu tak henti-hentinya masuk, memenuhi seluruh tubuh saya dengan dahsyatnya.

Oleh karena kebingungan, saya berusaha untuk mencari sesuatu yang bisa saya pegang. Tetapi upaya itu ternyata gagal, sebab kedua lengan saya sudah menjadi kaku sekali! Lalu saya berusaha untuk menggenggamkan kedua tangan saya. Usaha itu pun tidak berhasil, karena seperti lengan-lengan saya, kedua tangan saya, terutama jari-jarinya, juga sudah menjadi kejang, dipenuhi oleh arus listrik yang mengalir kian-kemari di dalamnya. Bahkan saya bisa merasakan letikan-letikan api listrik itu berloncatan dari jari-jari tangan kiri saya ke jari-jari tangan yang sebelah kanan, begitu juga kebalikannya.

Perut (belly) saya terasa seolah-olah terbuat dari sebuah metal yang keras, sejenis besi stainless yang melengkung dengan ajaib sekali, dipenuhi oleh arus listrik yang mengalir dan terus-menerus berputar-putar di dalamnya! Sensasi yang sangat luar biasa, … terlalu menakjubkan untuk bisa dilukiskan dengan kata-kata sederhana yang saya ketahui!

Masih teringat dengan jelas sekali, bahwa ketika itu saya sudah tidak mempunyai kemampuan apa-apa lagi untuk berpikir, menggunakan segala kecerdasan akal pikiran saya. Diiringi sedu-sedan yang seolah-olah tersumbat di dalam tenggorokan, penuh keharuan hati saya berusaha mengekspresikan dengan lirih rangkaian kata-kata yang menggambarkan penyesalan hati saya. Karena secara tiba-tiba … saya bisa melihat segala kekurangan-kekurangan, bahkan kejahatan-kejahatan saya, begitu juga tindakan-tindakan dosa yang selama itu telah saya lakukan di luar kesadaran.

Dengan hati hancur-luluh, penuh ketaklukan, saya membisikkan beberapa kali kalimat ini kepada-Nya: “Ampunilah dosa-dosaku, oh Tuhan, … ampunilah dosa-dosaku.”

Sekarang saya baru mengetahui, bahwa kata-kata tersebut tentu keluar dari hati nurani saya yang terdalam, disertai penyesalan dan pertobatan yang sudah berhasil dikerahkan oleh kasih karunia Tuhan, melalui kuasa Roh Kudus.

Sensasi itu berlangsung cukup lama. Istri saya, yang berdiri di sisi kanan saya, masih tetap belum menyadari peristiwa yang sedang saya alami tersebut, … di mana Tuhan sedang berkarya untuk menepati janji-janji-Nya kepada mereka yang dengan setia sudah berdoa bagi keselamatan hidup saya. Ia membuktikan dengan menganugerahkan kepada saya kasih karunia-Nya yang luar biasa, yang tercantum di dalam firman Tuhan, dan yang tidak pernah berubah sampai selama-lamanya!

Pada waktu itu saya benar-benar merasa diliputi oleh kedamaian, sukacita dan kasih sorgawi yang berkelimpahan! Karena kenyataannya, hadirat Tuhan bukan hanya berada di dalam ruang gereja itu saja, tetapi melalui Roh Kudus-Nya, Ia juga sudah memenuhi diri saya, seorang berdosa yang amat tidak berharga, tetapi menerima anugerah termulia dari sorga, yaitu kasih karunia yang menakjubkan!

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Efesus 2:8-9)

(Bersambung)

SEMUANYA ADALAH KASIH KARUNIA (11)
Kesaksian John Adisubrata

KEAJAIBAN KEDELAPAN: CIPTAAN YANG BARU