Showing posts with label Reuben Morgan. Show all posts
Showing posts with label Reuben Morgan. Show all posts

Thursday, December 9, 2010

Selamat Berpisah, Darlene Zschech


Oleh: John Adisubrata

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. ... ada waktu untuk menanam, ... ada waktu untuk membangun; ... .” (Pengkhotbah 3:1-3)

Apabila saya mendengar atau membaca kata Hillsong di manapun saja, kata lain yang segera terbersit di dalam ingatan saya adalah nama Darlene Zschech, pencipta lagu termashyur Shout to the Lord, yang sekarang sudah dijuluki sebagai ‘lagu kebangsaan Kristen’ masakini. Memang ada banyak nama-nama orang atau judul-judul lagu lainnya yang juga bisa langsung diasosiasikan dengan kata itu, namun jelas bagi kebanyakan orang, nama wanita pemimpin praise and worship yang terkenal di dunia inilah nama pertama yang selalu muncul di dalam benak pikiran mereka.

Darlene yang juga sudah menciptakan lagu-lagu kristiani lainnya, seperti: I Will Run to You, All Things are Possible, Glory to the King, The Potter’s Hand, And That My Soul Knows Very Well, Worthy is the Lamb dan lain sebagainya, diakui sebagai salah seorang penggubah lagu-lagu puji dan sembah modern, di samping Reuben Morgan dan Geoff Bullock, yang telah berhasil membuat nama Hillsong Church di kota Sydney, Australia menjadi termashyur di dunia.

Namanya yang sukar sekali untuk dieja, tetapi oleh karena keunikan pelafalannya, menjadi nama yang mudah diingat, adalah nama artis kristiani pertama yang saya ketahui. Saya mendengar suaranya untuk pertama kali tahun 1997 di dalam sebuah toko buku Kristen di kota Brisbane, Australia, saat istirahat makan siang. Ketika memasukinya mereka sedang memutar lagu-lagu penyembahan syahdu dari album Hillsong: ‘Simply Worship’. Saya tertegun sekali kala mendengar suaranya yang amat merdu, mendendangkan irama lagu-lagu catchy yang amat khas. Pada waktu lagu ‘Show Me the Way’ dikumandangkan melalui loudspeakers toko tersebut, saya memberanikan diri untuk menanyakannya. Itulah saat di mana saya mendengar nama Darlene Zschech dan Hillsong Church untuk pertama kalinya.

Tak pernah terbayang, bahwa akhirnya kami sekeluarga menjadi anggota sebuah gereja, di mana Darlene dibesarkan dan mengalami kelahiran barunya. Harus saya akui, bahwa setelah bertemu dengan dia pada suatu kesempatan secara pribadi, saya merasa kagum sekali akan talenta, sikap hidup, bahkan kelembutan dan kerendahan hatinya. (Baca: Tribute: Darlin’ Darlene) Yang lebih mengesankan lagi, setahun yang lalu gereja kami yang dulunya bernama ‘Garden City Christian Church’ tersebut dinyatakan sebagai Gereja Hillsong yang keempat di Australia, Kampus Brisbane. (Baca: Hillsong Brisbane)

Baru-baru ini melalui sebuah dokumentasi TV, Marty Sampson menceriterakan suatu peristiwa yang terjadi pada saat para artis dan pemusik Hillsong sedang berkumpul bersama-sama. Ketika salah seorang di antara mereka bertanya, ... siapakah yang mempunyai hubungan paling dekat dengan Tuhan, secara bercanda Darlene menjawab: “Aku!” Marty tertawa mendengarnya. Tetapi kemudian setelah terhening sejenak, dengan menatap lensa kamera dalam-dalam, ia mengakui dengan jujur: “Jika aku pertimbangkan lagi secara fakta, sekalipun ia hanya bergurau saja, apa yang dikatakan olehnya itu tepat sekali. Buktinya, tidak ada seorangpun di antara kami yang bisa membawa jemaat (gereja) menghadap Tuhan melalui puji dan sembah dengan pengaruh sebesar Darlene.” Saya mengaminkan pendapatnya!

Terus terang saja, saya selalu menjadi bergairah sekali, setiap kali mendengar ia diutus gereja pusat untuk datang melayani di kampus kami. Dari banyak pilihan artis-artis lain yang dijadwal untuk datang ke Hillsong Brisbane, hanya Darlene seorang saja yang membuat saya tidak bisa menunggu saat tibanya akhir pekan. Saya yakin, nostalgia masa kelahiran baru saya hampir 14 tahun yang lalu, yang menyebabkan saya memasuki pintu toko buku Kristen di mana untuk pertama kalinya saya mendengar suaranya yang indah dan penuh urapan, memegang peranan penting sekali mengapa saya mempunyai sikap seperti itu.

Tetapi pada acara kebaktian Jum’at malam di akhir November 2010 yang baru lalu, saya dikejutkan oleh berita yang diumumkan di gereja, bahwa ... setelah menjadi anggota Hillsong Church selama 25 tahun, Darlene dan suaminya, Mark Zschech, akan mengundurkan diri bulan Januari 2011 dari pelayanan mereka di sana, untuk mengambil alih dan memimpin sebuah gereja Pantekosta bernama Church Unlimited di Australia’s Central Coast, sebuah suburb tidak jauh dari tempat di mana gereja besar itu berada.

Dengan penuh iman Mark menyatakan, bahwa mereka berdua sedang memasuki suatu era baru yang indah dan subur. Menurut dia, akhir-akhir ini Tuhan sudah menanamkan dua buah kata di dalam hati mereka berdua: lead (memimpin) dan build (membangun). Oleh karena itu, sesuai panggilan-Nya, mereka ingin membangun gereja tersebut untuk semua orang.

Bertentangan dengan kabar simpang-siur disertai tuduhan-tuduhan negatif yang menguasai berbagai macam media semenjak berita itu diumumkan, gembala sidang Hillsong Church, Ps Brian Houston, menyikapi pengunduran diri mereka dengan positif sekali. Bahkan ia memberkati ketaatan mereka untuk menuruti kehendak dan tuntunan Roh Kudus. Ia mengakui, bahwa kesetiaan pelayanan Mark dan Darlene di sana memegang peranan amat penting di dalam pertumbuhan Gereja Hillsong dari sebuah gereja local kecil yang awalnya tidak dikenal oleh masyarakat Australia, menjadi sebuah megachurch yang termashyur sekali di seluruh dunia. Saat ini hampir tidak ada orang-orang kristiani yang tidak pernah mendengar nama mereka!

Saat mengumumkannya kepada jemaat pusat Gereja Hillsong di kota Sydney, Ps Brian Houston berkata: “Keluarga Zschech adalah salah satu bagian terpenting yang sudah melengkapi kehidupan gereja kita seperempat abad lamanya. Dan sekalipun kita akan merasa sangat kehilangan, kita tahu, keputusan mereka itu adalah keputusan disertai langkah iman yang baik, dalam waktu yang tepat, untuk melengkapi perkembangan pelayanan mereka.” Ia juga menambahkan, bahwa sekalipun keluarga Zschech bukan anggota Gereja Hillsong lagi, mereka akan tetap ikut mengambil bagian di dalam proyek-proyek praise and worship mendatang, termasuk live albums dan Hillsong conferences.

Mark dan Darlene akan memulai tugas mereka sebagai gembala-gembala sidang Church Unlimited pada tanggal 23 Januari 2011.

Jelas sekali, seperti pendapat banyak anggota Gereja Hillsong lainnya di setiap kampus di Australia yang mengasihi dia, saya juga pasti akan merasa sangat kehilangan Darlene Zschech tahun depan. Kendatipun demikian, saya berdoa agar ia dan suaminya bisa terus dipakai oleh Tuhan, bahkan dengan lebih dahsyat lagi! Karena saya setuju, seperti pernyataan yang pernah diutarakan oleh Marty Sampson di dalam dokumentasi TV yang saya singgung sebelumnya, ... Darlene memang mempunyai hubungan yang amat dekat dengan Tuhan!

Selamat berpisah, Darlene. Selamat jalan! Biarlah Tuhan memberkati pelayan kalian berdua selalu, untuk mempersiapkan kedatangan Raja di atas segala raja, Sang Penebus, Tuhan Yesus Kristus!

Terpujilah nama-Nya untuk selama-lamanya. Haleluya. Amin!

John Adisubrata
Desember 2010

Friday, August 14, 2009

Hillsong Brisbane


Oleh: John Adisubrata

Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.” (Efesus 1:22)

Tak pernah terduga, gereja kami: Garden City Christian Church, di kota Brisbane, Australia, yang sudah berdiri lebih dari 50 tahun lamanya, dan saat itu melayani kurang lebih 6000 anggota jemaat, bisa menjadi ‘cabang’ sebuah gereja termasyhur: Hillsong Church.

Kenyataannya, pada tanggal 24 Mei 2009, sesudah melalui berbagai prosedur resmi berbulan-bulan lamanya, baik secara hukum maupun penentuan bersama para penatua dan seluruh anggota jemaat resmi yang terdaftar di sana, gereja kami dinyatakan sebagai Gereja Hillsong yang keempat di Australia, Kampus Brisbane. Sampai saat ini Hillsong Church juga mempunyai cabang-cabang gereja di London, England; di Kiev, Ukraine; di Cape Town, South Africa; demikian juga di Stockholm, Sweden; di Paris, France; di kota Berlin, Germany dan di Moscow, Russia.

Kurang-lebih enam bulan sebelumnya, ketika diumumkan bahwa Gembala Sidang kami akan mengundurkan diri dari kedudukannya karena masalah kesehatan, seluruh jemaat yang masih belum mengerti apa-apa, menjadi terpana. Sejauh pengetahuan kami, banyak sekali orang-orang yang mengasihinya, yang berharap agar dia tetap menggembalakan gereja kami. Tentu saja bagi mereka yang tidak terlibat sebagai pengurus, … seperti kami, yang kurang tertarik dengan urusan politik gereja, tidak tahu keadaan yang sebenarnya, apa yang sedang bergejolak di ‘dalam’.

Memang gereja kami mengalami berturut-turut beberapa goncangan di tahun-tahun sebelumnya, di mana hal-hal yang kurang menyenangkan terjadi. Semua itu diawali dengan kepergian seorang Pendeta Muda, yang dipercayai oleh Gembala Sidang kami untuk menggembalakan kaum remaja. Tidak lama sesudah ia diteguhkan, mendadak ia berhasrat untuk keluar dan ‘berdikari’. Tentu saja itu bukan suatu hal yang aneh di mana seorang hamba Tuhan ingin merintis sebuah gereja baru sesuai panggilannya. Tetapi jika hampir seluruh jemaat kaum muda gereja kami ikut dibawa pergi olehnya, motifnya tersebut patut dipertanyakan.

Semenjak saat itu pertumbuhan gereja kami menjadi seolah-olah terhenti, terutama pertumbuhan jemaat generasi mudanya! Entah disebabkan oleh karena pemimpin-pemimpin baru yang menggantikannya, atau … oleh karena ketidak-stabilan politik gereja, gara-gara peristiwa tersebut. Yang pasti, jumlah jemaat yang beribadah di sana setiap Minggu semakin lama semakin menipis. Apakah itu salah satu penyebab kepergian Gembala Sidang gereja kami? Kami tidak tahu!

Seperti umumnya terjadi di mana-mana, perubahan adalah suatu hal yang tidak mudah untuk dilaksanakan tanpa melalui tentangan-tentangan serta kritik-kritik yang pedas. Segera setelah diumumkan, bahwa kemungkinan besar Hillsong Church akan menjadi gereja ‘induk’ kami, reaksi-reaksi yang terjadi di antara para jemaat sangat menakjubkan. Padahal pengurus-pengurus gereja sudah menjamin, bahwa Pemilihan Umum akan dilakukan bersama terlebih dahulu untuk memastikan keterlibatan seluruh anggota jemaat di dalam menentukannya!

Karena memang berbulan-bulan sebelumnya gereja kami sudah berusaha untuk menemukan seorang Gembala Sidang pengganti yang baru. Tetapi di antara beratus-ratus peminat yang mengajukan diri dari seluruh Australia, ternyata tidak ada seorang kandidat pun yang memenuhi syarat. Akhirnya diumumkan pada suatu hari Minggu di awal tahun 2009, bahwa Ps Brian Houston dari Gereja Hillsong di Sydney, Australia, telah dihubungi oleh para pengurus gereja dengan proposal untuk bergabung dan bernaung di bawah panji gerejanya.

Seketika itu juga jemaat gereja kami memberikan tiga reaksi!

1. Langsung Setuju, karena terpukau oleh nama Hillsong yang termasyhur, nama sebuah gereja yang sudah berhasil mempengaruhi perkembangan musik Praise and Worship di Australia, bahkan di seluruh dunia! Bagi mereka, diasosiasikan dengan nama gereja besar yang amat sukses itu, adalah suatu langkah positif yang pasti akan menguntungkan masa depan gereja kami. Memang di antara kedua gereja ini ada suatu ikatan ‘batin’ yang kuat. Ps Darlene Zschech, salah seorang tokoh terpenting di dunia musik rohani internasional yang kira-kira 20 tahun yang lalu ikut andil di dalam merintis Hillsong Church, pernah melewati masa remajanya di gereja kami, bahkan lahir baru di sana. (Baca: Darlin’ Darlene) Lagi pula setiap minggu gereja kami selalu menggunakan paling sedikit 75% lagu-lagu puji dan sembah karya mereka.

2. Langsung Menolak, karena merasa tidak senang dijadikan seolah-olah ‘francise’ Gereja Hillsong di kota Brisbane. Mereka takut kehilangan identitas yang semula, takut tidak bisa berkembang secara lokal dengan bebas, takut dikontrol oleh pusat, bahkan takut kehilangan kedudukan pelayanan mereka di sana! Ada juga yang langsung menolak karena merasa antipati sekali dengan gereja besar itu, terutama pribadi-pribadi para pemimpinnya! Gosip mulai beredar, baik secara halus, maupun terang-terangan. Bahkan ada yang memulai blog-blog pribadi hanya untuk menyerang Gereja Hillsong dan visi rencana pergabungan tersebut!

3. Langsung Berserah, karena tidak ingin memihak kepada siapa pun juga, selain kepada Tuhan! Hillsong atau bukan, tidak menjadi masalah. Karena mereka merasa yakin, bahwa mereka sudah ditempatkan oleh-Nya di sana. Gereja apa pun adalah Gereja Tuhan, milik-Nya, bukan milik perseorangan atau kelompok-kelompok tertentu saja. Kendatipun harus melalui berbagai tantangan, di setiap masa gereja-Nya akan selalu ada sampai saat kedatangan-Nya kembali. Mereka menyadari, bahwa memang tidak ada gereja di dunia yang sempurna! Sekalipun secara keseluruhan mereka adalah Tubuh Kristus, suatu saat setiap gereja, para pemimpinnya, dan juga jemaat-jemaatnya, pasti harus mempertanggung-jawabkan motif-motif dan tindak-tanduk mereka di hadapan-Nya. Firman Tuhan jelas memperingatkan hal itu! (Wahyu 2-3)

Louie Giglio, salah seorang dari penginjil-penginjil yang paling efektif di dunia masakini, hadir di Hillsong Conference yang diadakan di kota Sydney awal bulan Juli 2009 yang baru lalu. Tema khotbahnya yang berkisar pada ungkapan terkenal: Jesus Loves Us, membahas sedikit tentang masalah itu dengan jitu sekali. Sebagai penutup firman, tanpa menunjukkan rasa kurang hormat kepada Ps Brian Houston, yang adalah tuan rumah konferensi tersebut, Louie Giglio berkata, bahwa tidak ada seorangpun yang bisa mengatakan, bahwa merekalah yang ‘membangun’ atau ‘memulai’ sebuah gereja. Karena Tuhan sudah memulainya 2000 tahun yang lalu. Ia-lah Kepala Gereja (Tubuh Kristus), … bukan para perintis gereja-gereja lokal. Tuhan-lah pemiliknya, termasyhur atau tidak, besar atau kecil. Kita semua, siapapun juga, hanya menjadi bagian dari tubuh-Nya saja, bukan kepala-kepala yang harus dikagumi dan dielu-elukan.

Karena di dalam gereja-Nya hanya ada satu Kepala saja, yaitu Tuhan Yesus Kristus! Kita harus bersyukur sudah menerima kesempatan untuk menjadi bagian dari tubuh, yang kendatipun tidak sempurna, mempunyai Kepala Yang Tak Tergoyahkan! Rasul Paulus menulis di dalam suratnya kepada jemaat di Kolose: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.” (Kolose 1:18)

Memang harus diakui, semenjak ‘nama’ gereja kami, Garden City Christian Church, diubah menjadi: Hillsong Church, Brisbane Campus, jemaat baru datang mengalir dari mana-mana. Seketika itu juga jumlah generasi muda gereja kami menjadi naik dengan pesat sekali, meningkat berlipat-lipat ganda. Kendatipun banyak anggota jemaat lama yang ‘mengundurkan diri’, pergi semenjak peralihan ‘kuasa’ tersebut, setiap kebaktian gereja kami malah menjadi penuh sesak sekali. Terutama ibadah di hari Jumat malam yang mengawali perubahan itu selama enam minggu pertama! Bahkan mencari parkir pun sekarang susah! Siapakah yang tidak mau hadir, jika para penginjil dan pemimpin-pemimpin pujian yang terkenal dari Hillsong Church khusus didatangkan dari pusat untuk melengkapi acara ibadah gereja kami secara bergantian?

Sungguh menakjubkan, bagaimana ‘prestasi’ sebuah nama bisa mengubah jumlah jemaat sebuah gereja dalam waktu yang begitu singkat!

Ibadah perdana yang diadakan pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2009 jam 8:30 pagi, sangat meriah, penuh sesak seperti suasana pesta. Dimulai dengan puji dan sembah yang dipimpin oleh Ps Reuben Morgan, Worship Pastor Hillsong Church, didukung oleh para pemusiknya yang termahir. Dan diakhiri dengan firman yang dibawakan oleh Ps Brian Houston. Semenjak saat itu setiap minggu secara bergantian Darlene Zschech, Joel Houston, Jad Gillies, Jonathon Douglas, dan lain-lainnya, bahkan gitaris Nigel Hendroff didatangkan dari kota Sydney untuk memeriahkan ibadah gereja kami.

Saya tahu, jumlah jemaat yang besar sebuah gereja, di mana pun saja, bukan menjadi jaminan, bahwa mereka pasti sudah berkenan di hati Tuhan! Oleh karena itu saya berdoa, agar bukan nama Hillsong Church yang menjadi besi sembrani penyebab kehadiran banyak jemaat yang baru di gereja kami, tetapi Nama di atas segala nama, Nama Tuhan Yesus Kristus-lah yang menjadi penyebabnya! Sebab Tuhan melihat sikap hidup umat-Nya terlebih dahulu. Ia menuntut kemurnian hati dan ketaatan jemaat, yang dari awalnya datang ke rumah-Nya hanya untuk bersekutu dengan Dia saja, dan bukan oleh karena ingin menyaksikan hamba-hamba-Nya yang termasyhur di dunia memimpin ibadah di sana!

Semoga kami semua mempunyai kerendahan hati untuk selalu memeriksa motif masing-masing. Haleluya!

John Adisubrata
Agustus 2009

Saturday, December 6, 2008

Fenomena Australia (5)


'HILLSONG CHURCH'

Oleh: John Adisubrata

TAHUKAH ANDA?

1. Kebaktian perdana Gereja Hillsong dengan nama mula-mula: Hills Christian Life Centre diselenggarakan pada tanggal 14 Agustus 1983 di dalam ruangan sebuah sekolah menengah negeri, yang dihadiri hanya oleh 45 orang jemaat.

2. Perusahaan musik Gereja Hillsong dibentuk untuk pertama kalinya di dalam sebuah ruangan kantor kecil, yang disebut: Power Ministries International. Nama tambahan embel-embel 'International' yang tertera di belakangnya telah menjadikan mereka bahan tertawaan orang-orang, yang pada waktu itu menolak untuk mempercayai visi Tuhan melalui gereja lokal kecil tidak berarti di negara 'Down Under' tersebut.

3. Dengan nama Power Ministries International mereka merekam di dalam studio 2 buah album: Spirit and Truth (1988) dan Show Your Glory (1990).

4. Pada tahun 1994 mereka mengganti nama perusahaan mereka menjadi: Hillsongs Australia, yang kemudian diubah lagi pada tahun1998 menjadi: Hillsong Music Australia (HMA). Nama perusahaan yang mereka pergunakan hingga sekarang.

5. Kesuksesan Hillsong Music Australia secara antarbangsa telah menarik perhatian banyak perusahaan-perusahaan besar musik sekuler, yang menawarkan 'partnership' di dalam memasarkan produksi-produksi mereka di dunia. Pertama-tama di tahun 1999, mereka bekerja-sama dengan Warner Music Australia. Tetapi akhirnya Sony Music mengambil-alih tugas distribusi produksi-produksi musik mereka semenjak tahun 2003.

6. Di samping album-album 'live recording' dari tahun 1992: The Power of Your Love sampai tahun 2004: For All You've Done, Hillsong Music Australia juga mengeluarkan beberapa album-album 'compilation' lainnya, seperti Hillsong Worship Series, Hillsong Instrumental Series, Christmas Album, dan lain sebagainya.

7. Hillsong Music Australia telah berhasil meraih 14 Album Emas sebagai penghargaan atas hasil penjualan album-album mereka di pasaran musik Australia, di mana salah satunya juga menerima penghargaan Album Platinum.

8. People Just Like Us yang memperkenalkan lagu Shout to the Lord untuk pertama-kalinya, adalah album Kristen 'Praise and Worship' Pertama, yang bisa meraih Album Emas, dan juga satu-satunya album yang menerima penghargaan Album Platinum tersebut.

9. Pada waktu album CD Hope diluncurkan untuk pertama kalinya di bulan Juli 2003, album itu langsung melejit masuk ARIA Top 50 Charts, menduduki tingkat penjualan No 3 minggu tersebut. Sedangkan DVD-nya berhasil merebut kedudukan tertinggi (No 1) ARIA Top 40 Charts di minggu yang sama.

10. Seperti hal yang umum terjadi, di balik segala kesuksesan yang dialami oleh Gereja Hillsong, muncul juga di mana-mana oknum-oknumyang kurang senang (baca: cemburu!), yang selalu mengecam keberhasilan gereja tersebut. Dan kenyataan yang lebih menyedihkan, ... para pengritik mereka berasal dari dalam tubuh Kristus sendiri!

Bersamaan dengan hangat-hangatnya publikasi mengenai peristiwa bersejarah tersebut melalui media televisi dan surat-surat kabar populer, gereja terkenal ini juga dihakimi dengan pelbagai-macam tuduhan oleh saudara-saudara seiman mereka. Beberapa pendeta dari denominasi-denominasi yang lain mengecam Ps Brian Houston melalui acara TV 7.30 Report, dengan tuduhan-tuduhan yang jelas berasal dari daya khayal mereka sendiri. Kemungkinan sekali mereka lupa, bahwa setiap minggu tim-tim pemusik gereja mereka sendiri selalu 'meminjam' lagu-lagu karya Hillsong Church.

Jika kita merenungkan akibatnya secara dalam, ... siapakah sebenarnya yang paling dirugikan di hadapan umum oleh tindakan-tindakan mereka? Jelas bukan Gereja Hillsong, ataupun pendetanya! Jadi, ... bukanlah sesuatu hal yang mengherankan, jika firman Tuhan mengatakan, bahwa ... 'kelak pada waktu Tuhan Yesus menyatakan kemuliaan-Nya, penghakiman dimulai pada rumah Allah sendiri.' (1 Petrus 4:17a)

Bukankah Tuhan Yesus juga berkata, "dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku." (Yohanes 12:32), disamping, "Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita." (Markus 9:40)

Jadi di pihak siapakah mereka yang mengecam orang-orang yang jelas sekali berusaha meninggikan dan memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus melalui musik pujian dan penyembahan?

11. Ps Brian Houston pernah memberi komentar tentang kesuksesan musik 'praise and worship' mereka dengan berkata: "Semua yang kami lakukan hanya untuk bergereja saja, sebab inilah urapan yang Tuhan berikan kepada kami, agar melalui bakat karunia Tuhan ini kami dapat meraih dan mempengaruhi orang-orang lain yang masih belum percaya. Kebaktian gereja kami menjadi seperti sekarang, oleh karena Roh yang ada di dalamnya. Sedangkan lagu-lagu yang kami nyanyikan di sana melukiskan isi hati gereja kami yang sebenarnya."

12. Setiap hari mereka menerima berbagai 'sanjungan' yang sangat membangun iman mereka sendiri, yang dinyatakan melalui surat-surat atau e-mails yang berdatangan dari seluruh penjuru bumi, dari negara-negara di Timur Tengah, Afrika, desa-desa kecil di Cina, Filipina dan lain sebagainya.

Ps Bill Hybels, gembala sidang Willow Creek Community Church di Amerika Serikat, pernah menulis secara pribadi kepada mereka. Sepucuk surat disertai sebuah komentar yang indah dan singkat untuk menghargai pelayanan mereka: "Musik penyembahan dari Hillsong bukan hanya mempengaruhi kehidupan saya saja, tetapi juga telah menjamah hati semua anggota jemaat di Willow Creek secara luar biasa. Ada suatu perpaduan unik antara syair-syair yang segar dengan alunan musik yang menawan, yang memberi inspirasi kepada kami semua, membuat kami ingin selalu menyanyikannya. Benar-benar suatu berkat yang besar bagi masyarakat Kristen di seluruh dunia!"

Inilah salah satu contoh komentar yang senada dengan tulisan-tulisan lainnya, yang setiap hari mereka dapatkan dari seluruh pelosok dunia, dari para penggemar musik kristiani karya gereja yang besar ini.

Saya juga harus mengakui, bahwa saya sependapat sekali dengan semua orang yang sudah dijamah hidupnya oleh musik 'praise and worship' karya Hillsong Church yang amat unik tersebut.

Amin!

John Adisubrata
Juli 2004
Diolah kembali: Juni 2006

Fenomena Australia (4)


'HILLSONG CHURCH'

Oleh: John Adisubrata

NUBUATAN DIGENAPI

Jumlah pengunjung ibadah Gereja Hillsong di hari Minggu yang terus meningkat secara luar biasa, memaksa mereka untuk mengubah jadwal kebaktian, agar bisa menawarkan alternatif-alternatif waktu ibadah kepada seluruh anggota jemaat mereka. Dengan tujuan agar bisa melayani seluruh anggota jemaat, mereka menawarkannya di hari Jumat malam, Sabtu dan Minggu.

Pertengahan bulan July 2004, Ps Brian Houston mengatakan di dalam acara 'Current Affair' - 7.30 Report di ABC TV (Australian Broadcasting Corporation), bahwa jumlah pengunjung kebaktian-kebaktian yang mereka adakan setiap minggu berjumlah kurang-lebih 17 500 orang.

Jika Anda pernah mengikuti acara kebaktian mereka, atau menyaksikan penayangan program-program Gereja Hillsong Australia melalui Cable TV, Anda akan melihat suatu perbedaan prosentasi yang sangat menyolok di antara generasi-generasi jemaat yang hadir di sana.

Tidak pernah ada gereja-gereja di dunia, baik di Indonesia maupun di negara-negara lainnya yang memiliki jumlah anggota jemaat sebesar itu, yang dapat memadai perbedaan prosentasi antara generasi muda dengan generasi yang lebih 'mature', seperti yang diperlihatkan di sana. Kemana pun Anda melayangkan arah pandangan mata, Anda akan melihat wajah-wajah muda belia yang baru saja menginjak usia dewasa, yang berasal dari berbagai-macam etnik grup. Dan yang lebih menakjubkan lagi, ... kasih mereka kepada Kristus tampak begitu murni, dari hati yang tulus, berapi-api dan transparan sekali! Terpujilah nama Tuhan! Haleluya!

Generasi muda dari negara yang amat makmur dan kaya, yang bermukim di kota metropolitan 'maksiat' yang menawarkan kehidupan bebas serta kehidupan malam yang amat menarik, ... tiba-tiba bersedia menjadi bagian terbesar anggota jemaat Gereja Hillsong? Generasi muda yang tidak pernah memerlukan bantuan siapa pun juga, karena seluruh 'kehendak' mereka selalu dipenuhi oleh orang tua, atau oleh pemerintahan, ... tiba-tiba menyadari bahwa mereka masih memerlukan Tuhan di dalam kehidupan mereka? Sungguh amat menakjubkan!

Kendatipun memakan waktu yang bertahun-tahun lamanya, ternyata 'nubuatan' Ps Brian Houston perlahan-lahan digenapi oleh Tuhan dengan tepat sekali. Saat ini Hillsong Church ... 'sudah menjadi sebuah gereja yang besar, yang terlalu besar untuk diabaikan begitu saja oleh penduduk Australia, dan juga oleh masyarakat dunia'.

Pengaruh besar gereja ini di kalangan orang-orang Australia yang percaya membuat dunia sekuler di sekelilingnya, mau tidak mau ... menjadi tertarik untuk memperhatikan dan menelaah kesuksesan yang telah mereka capai.

Politikus-politikus penting negara Kangguru ini menjadi ingin sekali untuk 'dilihat' oleh masyarakat umum, bahwa mereka bergaul erat, bahkan ikut melibatkan diri di dalam kegiatan-kegiatan gereja tersebut.

Di dalam pemilihan umum Australia yang diadakan di bulan Oktober 2004, seorang anggota jemaat Gereja Hillsong telah mencalonkan dirinya untuk menjadi seorang menteri negara yang akan mewakili daerah wilayah di mana gereja itu berada. Sudah dikalkulasikan oleh media Australia pada saat itu, bahwa berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan, wanita jemaat gereja tersebut pasti akan memenangkannya.

Ternyata tafsiran mereka beralasan sekali! Sekarang ia telah mewakili daerah wilayah di mana Gereja Hillsong melayani penduduknya, sebagai salah seorang menteri di dalam kabinet pemerintahan konservatif Australia. Partainya, Liberal Party of Australia, di bawah pimpinan Perdana Menteri John Howard, sudah berhasil memenangkan pemilihan umum itu dengan gemilang dan mutlak sekali.

Menteri Keuangan Australia, seorang politikus kedua yang paling berkuasa, Mr Peter Costello dan isterinya, mengadakan waktu untuk mengikuti perayaan pembukaan konferensi Hillsong Church tahun 2004, yang diadakan di minggu pertama bulan Juli. Ia memberikan sambutan singkat di depan 30 000 orang yang ikut menghadiri acara pembukaan konferensi tersebut.

Ia menganjurkan dari atas mimbar kepada penduduk Australia untuk ...'kembali kepada dasar iman (kristiani) yang semula dan memperhatikan harga-harga moral, agar supaya Australia kembali menjadi suatu negara yang kuat'. Ia juga mengakui di depan para pengikut konferensi, bahwa ... 'pada waktu ia mendengarkan album CD Blessed untuk pertama-kalinya di tahun 2002, ia mendengarkannya selama 12 jam berturut-turut tanpa berhenti'.

Tampak jelas sekali, bahwa bukan Hillsong Church yang ingin tampil bersama Menteri Keuangan Australia, Mr Peter Costello, tetapi justru ...kebalikannya!

Politikus penting benua terkecil yang berasal dari keluarga Kristen ini, mempunyai seorang ayah dan juga seorang kakak laki-laki, yang menjadi pendeta-pendeta gereja aliran tradisional di Australia. Ia bisa memandang jauh ke depan, keuntungan besar yang dapat diraih bagi dirinya dan masa depan kariernya di bidang politik, jika ia ikut terlibat dengan kegiatan gereja termasyhur itu. Atas nama partainya (Liberal Party), Mr Peter Costello ingin sekali dilihat oleh masyarakat Kristen di Australia, bahwa ia bergaul erat dengan Gereja Hillsong! Karena tidak dapat diragukan lagi, ... pengaruh mereka di dalam masyarakat umum Australia sangat besar! Politikus-politikus dari negara Kangguru ini menyadari, bahwa gereja tersebut sekarang sudah mempunyai KUASA untuk ikut mempengaruhi jalan dan hasil pemilihan umum di sana.

Pada tanggal 12 Juli 2004, untuk pertama-kalinya di dalam sejarah negara Kangguru ini, sebuah album kristiani 'Praise and Worship'berjudul: For All You've Done karya Hillsong Church, yang diluncurkan berkesinambungan dengan konferensi mereka seminggu sebelumnya, telah dinyatakan oleh ARIA (Australian Record Industry Association) sebagai album terlaris minggu tersebut dan berhasil menduduki tingkat tertinggi (No 1) Top 50 Charts negara itu. Penjualan per keping album For All You've Done sudah berhasil mengalahkan penjualan per keping album-album terkenal lainnya di dunia musik sekuler, baik yang diproduksi di dalam, maupun yang berasal dari luar Australia. Luar biasa!

Album termasyhur artis Kristen kenamaan Bob Carlisle: Butterfly Kisses, juga pernah mengalami nasib yang sama. Album tersebut berhasil menduduki tingkat No 1 Billboard Charts di Amerika, melanda tangga lagu-lagu musik sekuler di seluruh dunia tahun 1997, bahkan berhasil menerobos masuk ke dalam Top 5 ARIA Charts di Australia. Tetapi berbeda dengan album klasik tersebut, yang menampilkan syair-syair lagu berbau Kristen, album For All You've Done adalah Album Pertama 'Praise and Worship' yang sudah berhasil mencapai kedudukan tertinggi di kalangan dunia musik sekuler negara Kangguru ini.

Kesuksesan sebuah album kristiani seperti itu, yang baru pertama kali terjadi di Australia (bahkan mungkin di dunia?) telah membuat nama mereka semakin dikenal dan dipercakapkan oleh media. Semua surat-surat kabar terpenting kota-kota besar di Australia memberitakan kejadian amat langka tersebut. Selama beberapa minggu komentar-komentar mengenai peristiwa bersejarah itu disiarkan di dalam 'news'dan 'current affairs' televisi, begitu juga melalui radio-radio sekuler. Bahkan melalui situs-situs Internet di mana-mana, berita mengherankan tersebut sudah ditayangkan dan disebarkan ke seluruh dunia.

Sungguh amat mengharukan melihat gambar sampul album For All You've Done ditampilkan oleh situs ARIA di halaman utamanya. Di situ nama Hillsong Church yang menduduki tingkat tertinggi, tercetak besar dan tebal, memproklamirkan nama Tuhan Yesus Kristus kepada dunia, mewakili semua orang-orang percaya lainnya. Haleluya! Sedangkan di halaman 'This Week No 1 Album', nama album mereka dicantumkan di atas 49 nama album-album artis dunia sekuler yang paling digemari oleh orang-orang pada saat itu.

Ternyata keinginan mereka untuk bersama-sama menjadi saksi dengan tujuan untuk meninggikan nama Kristus melalui lagu-lagu gubahan mereka - "..., supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, ..." (1 Samuel 17:46c) dijawab oleh Tuhan pada hari itu!

'Nubuatan' yang diucapkan oleh Ps Brian Houston pada tahun 1997 ternyata sudah lengkap digenapi oleh Tuhan di tahun 2004!

Musik 'praise and worship' Hillsong Church bukan hanya melanda dan mengubah jalannya perkembangan musik rohani di seluruh dunia, tetapi pengaruh besar mereka juga telah dipakai oleh Tuhan untuk memenangkan jiwa-jiwa generasi muda dunia barat yang terbukti amat sukar untuk ditembusi 'benteng'-nya, diawali di dalam gereja mereka sendiri di kota Sydney. Mereka amat disegani oleh pemerintah setempat, bahkan diperhatikan secara khusus oleh pemerintah konservatif Australia. Karena sekarang pengaruh mereka sudahmenjangkau dunia politik Australia. Benar-benar 'kuasa' yang tidak dapat diabaikan begitu saja oleh masyarakat dunia.

Pengaruh Gereja Hillsong di dalam tubuh Kristus akan menumbuhkan politikus-politikus baru, baik dari dalam gereja besar tersebut maupun bukan, yang akan mempengaruhi dan membawa dasar kepercayaan negara ini kembali kepada iman yang semula, yaitu iman kristiani yang berdasarkan isi firman Tuhan, agar polis-polis yang diadapsi oleh pemerintah Australia mencerminkan suatu negara Kristen, sebagaimana negara tersebut dibentuk untuk pertama kalinya, lebih dari 200 tahun yang lalu.

(Bersambung)

FENOMENA AUSTRALIA (5)
'HILLSONG CHURCH'

TAHUKAH ANDA?

Fenomena Australia (3)


'HILLSONG CHURCH'

Oleh: John Adisubrata

PERUBAHAN HALUAN

Kehadiran 'tunas baru' Reuben Morgan di dalam tim utama pemusik Hillsong Church semenjak tahun 1996, tidak hanya membawa suatuhembusan angin sejuk yang baru bagi perbendaharaan lagu-lagu karya mereka, tetapi juga ikut membantu perkembangan dan perubahan arah haluan gaya-gaya irama musik yang mereka produksi.

Album By Your Side, yang diluncurkan tahun 1999 memperlihatkan untuk pertama-kalinya tanda-tanda perubahan tersebut. Album mereka yang kedelapan ini jelas menawarkan suatu gaya musik dan syair-syair lagu 'praise and worship' yang berlainan sekali dibandingkan dengan album tahun-tahun sebelumnya. Lagu-lagunya diproduksi dengan ciri-ciri nada yang khas disertai tehnik-tehnik yang amat unik, yang memudahkan para pendengarnya untuk bisa langsung membedakan grup Hillsong Church dari grup-grup pemusik kristiani lainnya.

Album yang memperkenalkan lagu-lagu baru yang amat 'catchy' dan tidak kalah hebatnya dari album-album sebelumnya, terlihat mempunyai tujuan 'cerdik' sekali, yaitu ... untuk sekaligus menjangkau masyarakat dunia, baik orang-orang percaya maupun bukan, dari dua generasi yang mempunyai perbedaan umur amat kontras. Tujuan mereka ternyata bisa mengenai sasarannya dengan jitu sekali!

'Live recording' album By Your Side berhasil mengemukakan lagu-lagu pujian dan penyembahan yang tidak bisa diabaikan begitu saja oleh para penggemar musik kristiani, baik oleh generasi yang sudahberumur maupun generasi yang masih muda belia. My Redeemer Lives, This is How We Overcome, You Said, Dwelling Places, What the Lord has Done in Me, dan tak terlupakan lagu klasik Eagle's Wings, adalah lagu-lagu dari album tersebut, yang sudah berhasil mempersatukan generasi-generasi tubuh Kristus dari berbagai masa tanpa pamrih lagi!

Itulah saat mula-mula masyarakat sekuler dunia juga mulai menjadi tertarik dan 'terpukau' oleh lagu-lagu kristiani karya mereka!

Oleh karena banyaknya permintaan dari para 'turis' setempat, dan juga orang-orang yang berbondong-bondong datang dari luar negeri untuk mengikuti konferensi yang mereka adakan pertengahan tahun 1999, Gereja Hillsong harus mengadakan konferensi tersebut dua kali seminggu berturut-turut. Konferensi yang biasanya berlangsung setiap hari selama seminggu saja, ternyata harus diulang pada minggu berikutnya, karena 'venue' yang mereka pergunakan tidak cukup besar untuk bisa menampung permintaan-permintaan para pengikut konferensi yang datang berduyun-duyun dari seluruh penjuru bumi.

Menyadari kesuksesan perubahan haluan irama-irama musik dan syair-syair lagu karya mereka melalui album By Your Side, mereka memberanikan diri untuk maju selangkah lagi, mempertaruhkan visi mereka dengan mengerjakan suatu proses produksi musik gabungan Gereja Hillsong, yang belum pernah mereka lakukan di tahun-tahun sebelumnya.

Terekamlah pada tahun 2000 album mereka yang kesembilan: For This Cause. Album tersebut merupakan hasil perpaduan kerja sama dua generasi tim-tim pemusik Hillsong Church. Kerja sama antara para pemusik utama gereja di bawah bimbingan Russell Fragar, dan pemusik-pemusik 'Youth Group' mereka yang berada di bawah pimpinan seorang Pendeta Muda bernama Marty Sampson. Laki-laki yang masih berusia amat muda ini juga diakui di kalangan dunia pemusik kristiani sebagai salah seorang dari para pencipta lagu-lagu 'praise and worship' masakini yang termahir.

Beberapa tahun sebelumnya grup pemusik di bawah pimpinannya dikenal dengan nama Youth Alive - NSW, yang sudah berhasil merekam beberapa album musik kristiani dengan tujuan untuk menarik perhatian generasi muda masyarakat di sekitar mereka, dan kemudian memenangkan kaum muda-mudi tersebut bagi Kristus. Tetapi semenjak awal tahun 2000 mereka mengganti nama menjadi: United, sebuah nama grup pemusik kristiani yang sekarang sudah dikenal di mana-mana. Album pertama mereka yang berjudul: Best Friend, tidak hanya menerima sambutan hangat dari kalangan generasi muda Kristen setempat saja, tetapi juga dari luar benua terkecil ini.

Perpaduan kedua tim-tim pemusik yang berbakat tersebut ternyata melahirkan suatu nada alunan pujian dan penyembahan yang sangat berbeda, yang terdengar amat segar dan 'berbau' muda sekali, disertai syair-syair lagu yang manis, orisinil dan sangat relevan dengan keadaan hidup masakini.

Semenjak saat itu kesuksesan Hillsong Church di bidang seni musik'praise and worship' gereja dapat dikategorikan sebagai suatu FENOMENA yang AJAIB SEKALI, yang tidak dapat ditahan-tahan lagi, yang 'meledak', melanda, bahkan mempengaruhi dunia musik gereja di seluruh pelosok bumi.

Secara berturut-turut Gereja Hillsong menerbitkan album-album 'live recording' berirama segar, yang setiap tahun selalu dipenuhi oleh beberapa unsur-unsur yang lebih baru dan modern. Lahirlah lagu-lagu pujian dan penyembahan yang berhasil mempengaruhi gaya dan irama musik ibadah di pelbagai gereja di seluruh dunia, seperti: You are Near dari For This Cause (2000), Worthy is the Lamb dari You are My World (2001), Made Me Glad dari Blessed (2002), My Hope dan Can't Stop Praising dari Hope (2003).

Belajar dari pengalaman yang sudah mereka alami sebelumnya, 'venue'konferensi Gereja Hillsong tahun 2001 dipindahkan ke sebuah stadion yang amat besar: Sydney Superdome and Sport Centre (sekarang: Acer Arena). Melalui tindakan itu mereka berharap, agar semua orang yang mau mengikuti konferensi yang mereka adakan bisa sekaligus ditampung di sana, karena jumlah para peminatnya setiap tahun terus meningkat dengan pesat sekali. Diperkirakan setiap tahunnya konferensi-konferensi mereka dihadiri oleh lebih dari 21 000 delegasi-delegasi Kristen yang datang dari seluruh penjuru dunia.

Ternyata bukan hanya jumlah para pengunjung konferensi Gereja Hillsong saja yang setiap tahun menjadi bertambah besar, tetapi juga jumlah anggota jemaat gereja mereka sendiri! Tempat ibadah gereja yang selalu mereka pergunakan, yang sudah tergolong sebagai suatu bangunan gedung yang amat besar, megah dan modern, ternyata tidak mampu lagi mengatasi kedrastisan peningkatan jumlah anggota jemaat yang datang beribadah di sana setiap minggu.

Awal tahun 2002, sebuah bangunan baru Gereja Hillsong yang jauh lebih besar lagi, dan yang telah dirancang dengan tujuan agar mereka bisa serentak menampung beribu-ribu orang di dalam ibadah-ibadah mereka, telah dibuka dan disahkan oleh Perdana Menteri Australia, PM John Howard.

Suatu hal yang amat langka telah terjadi di dalam sejarah negaraKangguru ini. Seorang politikus yang paling berkuasa di Australia mau terlibat dengan pembukaan sebuah gedung gereja lokal yang tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan hal-hal yang berbau politik?!

(Bersambung)

FENOMENA AUSTRALIA (4)
'HILLSONG CHURCH'

NUBUATAN DIGENAPI