Showing posts with label Something Beautiful. Show all posts
Showing posts with label Something Beautiful. Show all posts

Friday, April 17, 2009

Something Beautiful (6)


Oleh: John Adisubrata

HANCUR DAN REMUK

“Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.” (Yesaya 57:15b)

Tetapi selain itu Tuhan juga tidak pernah mengatakan, bahwa Ia tidak mau menggunakan orang-orang yang berpendidikan, orang-orang yang terpandang dan kaya, atau orang-orang yang terkenal, yang dikagumi oleh masyarakat. Isi firman Tuhan membuktikannya, baik di dalam Perjanjian Lama, maupun Perjanjian Baru.

Lukas, sahabat rasul Paulus, yang menulis Injil yang ketiga dan juga kitab Kisah Para Rasul, adalah seorang dokter. Oleh karena latar belakang bidang pekerjaannya yang membutuhkan kepribadian seseorang yang teliti, ia dipilih oleh Tuhan untuk menceriterakan kembali peristiwa-peristiwa bersejarah itu secara akurat dan terperinci sekali. Zakheus, yang bertobat ketika Yesus menumpang di rumahnya, adalah seorang kepala pemungut cukai yang amat berada. (Lukas 19:1-10) Yusuf dari Arimatea, seorang kaya-raya yang berkedudukan tinggi di dalam masyarakat, dipercayai oleh Tuhan untuk mengapani dan mengubur tubuh Yesus setelah penyaliban-Nya. (Matius 27:57-61) Lidia, yang menjadi percaya kepada Kristus oleh karena pelayanan rasul Paulus, juga dicatat di dalam Alkitab sebagai seorang pengusaha wanita yang berhasil pada zamannya. (Kisah Para Rasul 16:14-15)

Tuhan mengenal isi hati setiap insan, siapa pun juga orangnya yang akan dipanggil atau dipilih oleh-Nya. Ia hanya menolak orang-orang yang sombong, yang selalu merasa diri mereka paling pintar, paling sukses, paling terkenal, paling hebat, paling kaya, atau paling benar! Alkitab berkata, bahwa kecongkakan mata dan kesombongan hati yang menjadi pelita orang fasik adalah perbuatan dosa! (Amsal 21:4)

Tetapi oleh karena keajaiban kasih karunia Tuhan, … jika akhirnya mereka juga ditentukan untuk menjadi saksi-saksi-Nya, sikap-sikap hidup mereka akan dihancurkan dan diremukkan terlebih dahulu! Sifat-sifat yang jahat tersebut akan dibasmi, sebelum mereka dipercayai oleh Tuhan untuk mengerjakannya. Saulus, yang diubah menjadi rasul Paulus, mengalaminya ketika ia dilawat oleh Tuhan dalam perjalanannya ke kota Damsyik. (Kisah Para Rasul 9:1-19a)

Tidak jarang orang-orang seperti itu dipaksa turun ke suatu tingkat di mana kata ‘bawah’ benar-benar mempunyai arti yang sesungguhnya. Begitu rendahnya, sehingga tiada kemungkinan lain bagi mereka selain menatap ke atas, menunggu dan mengharapkan pertolongan dari sana.

Yusuf mengalaminya. (Kejadian 37-41) Yesus juga menyinggung prinsip tersebut di dalam perumpamaan termasyhur yang diceriterakan oleh-Nya mengenai anak yang hilang. (Lukas 5:11-32) Demikian pula Musa, yang dipersiapkan oleh Tuhan selama 40 tahun di negara orang, diubah dari seorang putra raja Mesir yang hidup penuh kelimpahan, menjadi seorang buronan dan penggembala domba yang tidak memiliki apa-apa. (Keluaran 2-3)

Roma 3:23: Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, …”, menunjukkan, bahwa setiap orang, tanpa perkecualian, sebenarnya tidak berharga untuk dipanggil, bahkan untuk dipilih oleh-Nya! Tetapi ayat tersebut tidak berakhir di situ saja, melainkan disambung dengan sebuah tawaran anugerah sebagai solusinya: “…, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”

Keangkuhan adalah dosa, tidak berbeda dengan kebiasaan-kebiasaan jahat lainnya. Semua orang mewarisinya semenjak Adam dan Hawa melakukannya untuk pertama kali di taman Eden. Tidak ada seorang pun yang bisa mengatakan, bahwa mereka bebas dari dosa tersebut. Karena hanya memandang rendah orang-orang lain saja, sekalipun itu terjadi di luar kesadaran kita, adalah suatu tindakan kesombongan. Apalagi menolak atau meremehkan perintah-perintah Allah. Siapakah yang tidak pernah melakukannya?

Saya pernah! Bahkan terus terang saja, … kadang-kadang tanpa sadar saya masih melakukannya!

Dari seorang yang selalu merasa minder di masa kanak-kanaknya, saya yakin, saya tumbuh menjadi seorang yang (terkesan) angkuh sekali, karena saya selalu berusaha untuk menutupi kekurangan-kekurangan saya dengan memamerkan ‘kelebihan-kelebihan’ yang saya duga saya ‘miliki’. Saya menjadi bangga akan keberhasilan hidup saya, … baik di bidang pendidikan, di bidang pekerjaan, maupun di bidang pernikahan/keluarga. Kenyataan yang sesungguhnya, semua yang sudah berhasil saya capai, memang saya perjuangkan seorang diri, tanpa menerima bantuan dari siapapun juga. Di situlah saya menjadi lupa akan campur tangan Tuhan di dalamnya. Tanpa bakat-bakat yang Ia karuniakan, dan juga bantuan doa-doa yang dipanjatkan oleh orang-orang kudus yang mengasihi saya, semua itu tidak mungkin terjadi.

Beberapa tahun sebelum saya menerima panggilan Tuhan, saya dihadapkan dengan dosa kesombongan itu melalui suatu rentetan peristiwa tidak menyenangkan yang harus saya lalui di bidang pekerjaan saya. Perubahan di bagian pimpinan kantor yang menyebabkannya. Dari seorang yang sebelumnya selalu dihargai dan diperhatikan kontribusinya, sesudah perubahan itu terjadi, saya menerima perlakuan yang berbeda 180 derajat! Merasa tertolak, sikap saya berubah dari seorang yang confident, menjadi seperti seorang yang baru kehilangan identitasnya. Saya merasa putus asa sekali, bahkan … menjadi bingung akan makna hidup saya di dunia! Kalau saat itu hati saya sudah terasa hancur sekali, jiwa saya jauh lebih remuk lagi! Seperti ingin mati saja!

Kemarahan yang tidak bisa saya salurkan kepada orang yang menyebabkannya, terus membara di dalam hati. Sebagai akibatnya, yang menjadi sasaran kegeramannya adalah orang-orang yang berada di sekitar saya! Hidup yang tadinya penuh ketenangan, tiba-tiba berubah penuh dengan konflik-konflik tegang yang tidak menyenangkan! 

Sedikit yang saya ketahui pada saat itu, bahwa Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang indah di tengah-tengah kehancuran hidup yang saya alami tersebut. Saya lahir baru setahun sesudah peristiwa itu berlalu! Ternyata untuk bisa mencapai titik terpenting itu, saya memerlukan waktu tiga tahun untuk dipersiapkan oleh Tuhan di mana Ia memaksa saya turun ke suatu tingkat di mana kata ‘bawah’ benar-benar mempunyai arti yang sesungguhnya. Begitu rendahnya, sehingga ketika Ia menawarkan keselamatan hidup dari sorga secara tiba-tiba dan tak terduga, dengan hati hancur dan jiwa yang remuk saya meraih kesempatan itu dan meresponinya. Mazmur 34:19 yang berkata: TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”, benar-benar dibuktikan oleh-Nya.

Apabila saat ini Anda sedang melalui saat-saat genting yang serupa, di mana Anda benar-benar tak berdaya tergeletak di ‘bawah’, bersiap-siagalah! Karena Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang indah bagi Anda. Ingatlah akan kata metamorphoo yang sudah dibahas sebelumnya, karena dalam waktu dekat Anda akan mengalaminya juga! Haleluya!

Pertanyaan-pertanyaan seperti: “Siapakah aku ini, Tuhan?”, “Mengapa aku, Tuhan?” atau “Tuhan, apakah Engkau tidak keliru?”, ternyata lumrah sekali. Setiap orang yang dipanggil oleh-Nya akan selalu mempertanyakan kemampuan-kemampuan mereka, sebab di hadapan Tuhan segala sesuatu yang tidak berkenan akan dimusnahkan. Setiap orang yang ‘penuh’ dengan diri mereka sendiri akan ‘dikosongkan’ terlebih dahulu! Karena Roh Kudus hanya mau memenuhi nol-nol yang kosong saja.

Sampai sekarang saya tetap menyadari, bahwa bakat-bakat saya di pelbagai bidang, yang sudah saya uraikan sebelumnya, tidak berubah. Mereka tetap mediocre, … sama persis seperti ketika saya masih belum bertemu dengan Kristus. Tidak ada satupun di antaranya yang menonjol! Kendatipun demikian saya juga tahu, bahwa Tuhan mau memakai segala ketidak-sempurnaan, kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan tersebut, dan mengubahnya dari dalam dengan menambahkan kuasa-Nya, sehingga mereka bisa ‘menjelma’ menjadi alat-alat yang berguna untuk mendemonstrasikan kemuliaan dan kasih karunia-Nya.

Keindahan Tuhan akan selalu tampil keluar melalui bakat-bakat yang Ia karuniakan kepada Anda dan saya, pada saat kita mempersembahkan semuanya itu kembali kepada Dia.

Janganlah kuatir akan standar-standar kemampuan Anda, atau membanding-bandingkannya dengan ‘kecanggihan’ orang-orang lain. Tuhan melihat sikap hati kita, dan bukan tingkat-tingkat kemampuan kita! Tugas kita di dalam hal ini hanya mentaati kebenaran firman Allah yang mengatakan, bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah karunia-karunia yang harus kita persembahkan kembali kepada-Nya. (Roma 11:36)

Syair lagu Something Beautiful di bawah ini, karya William dan Gloria Gaither, melukiskan keindahan transformasi yang akan terjadi, jika kita mau menyadari dan mempersembahkan segala kelemahan dan kekurangan-kekurangan kita kepada Tuhan: 

Something beautiful, something good (Sesuatu yang indah, sesuatu yang baik)
All my confusion He understood (Segala kebingunganku Ia mengerti)
All I had to offer Him was brokenness and strife (Semua yang bisa kupersembahkan kepada-Nya hanyalah kehancuran dan masalah)
But He made something beautiful of my life (Tapi Dia membuat sesuatu yang indah dari hidupku)

Marilah dengan setia kita mengerjakan tugas-tugas yang sudah dipercayakan oleh Tuhan kepada kita. Selama kita masih mampu melakukannya, janganlah menunda-nunda kesempatan itu. Karena setiap orang mempunyai waktu yang sangat terbatas di dunia. Siapakah yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi besok? Biarlah kesempatan yang ada di hari ini kita pergunakan sebaik-baiknya, untuk menghindari penyesalan diri di kemudian hari, jika ternyata kita sudah tidak berdaya lagi untuk mengerjakannya.

Rasul Paulus menasehati jemaat di Korintus: “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58)

Terpujilah nama Tuhan sampai selama-lamanya, karena kasih karunia-Nya yang besar. Dan terutama, … oleh karena kerelaan-Nya untuk menerima Anda dan saya seperti apa adanya. Haleluya!

Syalom,

John Adisubrata
April 2009

Friday, April 10, 2009

Something Beautiful (5)


Oleh: John Adisubrata

TRANSFORMASI YANG INDAH

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” (Pengkhotbah 3:11)

Sebuah kata di dalam bahasa Yunani: Metamorphoo/omai tampil hanya empat kali di dalam seluruh kumpulan kitab-kitab Perjanjian Baru. Kata yang bisa ditemui di Matius 17:2, Markus 9:2, Roma 12:2 dan 2 Korintus 3:18 dijelaskan oleh The New Testament Greek Lexicon seperti ini: To change into another form, to transform, to transfigure’, yang berarti: ‘Berubah menjadi bentuk yang berbeda, transformasi, menjelma’. Gabungan dua kata: Meta (afterward, among, hereafter) dan Morphoo (form), memberi pengertian mengenai perubahan yang terjadi pada diri seseorang yang bermuara dari dalam sebelum perlahan-lahan tampil keluar dengan indahnya.

Sering kali penjelmaan seekor ulat kecil menggelikan, yang pada waktu malam hari menjelma menjadi seekor kupu-kupu bersayap indah dan megah, merekah keluar dari dalam kepompongnya, dipakai sebagai salah satu ilustrasi tepat yang bisa menjelaskan proses yang dimaksudkan oleh kata tersebut.

Anda dan saya juga bisa mengalami metamorphoo. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Tuhan selalu cenderung untuk memilih orang-orang biasa. Bakat-bakat yang sederhana, pendidikan-pendidikan yang tidak berarti, bahkan masa-masa lalu yang memalukan, bukan menjadi halangan bagi Tuhan untuk memakai kita. Karena yang diingini oleh-Nya hanya hati yang siap, taat dan setia saja!

Kita tidak akan pernah mengetahui sampai di mana batas-batas kemampuan kita, kecuali jika kita terjun sendiri untuk memulai pelayanan kita. Besarnya porsi-porsi yang akan dipercayakan kepada kita, tergantung pada respon-respon yang kita berikan kepada-Nya. Melalui perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus sendiri, Alkitab berkata: Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:21)

Siapa pun juga orangnya yang bisa berhasil di bidang-bidang pelayanan mereka, selalu memulainya dari bawah. Karena di dalam hal ini tidak ada yang dinamakan ‘jalan pintas’! Andaikan saja ada yang mau memberi kesan, bahwa mereka adalah suatu perkecualian, saya jamin, pelayanan mereka tidak akan bertahan lama, karena sebenarnya Tuhan tidak pernah ikut campur di dalamnya.

Iblis akan selalu berusaha untuk meyakinkan, bahwa ia mengetahui diri kita lebih dari kita sendiri. Ia ingin agar kita mentah-mentah mempercayainya. Tetapi kenyataan yang sebenarnya, hanya Tuhan saja yang mengenal segala sesuatu yang ada di dalam diri kita, yang tidak mungkin terlihat oleh orang-orang lain, bahkan oleh diri kita sendiri!

Sering kali kita bertindak seperti Gideon, yang merasa kecil dan tidak berarti, ketika ia menjadi gentar menghadapi serangan orang-orang Median. Tetapi, … apakah yang dilihat oleh Tuhan? Hakim-Hakim 6 ayat ke-12 mengatakan: ‘Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” Tuhan justru memandang dia sebagai seorang pahlawan yang gagah perkasa, amat bertentangan dengan keyakinan Gideon mengenai dirinya sendiri!

Percayalah kebenaran ini: Apabila Tuhan memanggil, Ia akan membuat kita menyadarai bakat-bakat yang kita miliki. Lalu kuasa untuk menggunakannya akan dikaruniakan kepada kita. Ketika Gideon merasa tidak berdaya untuk melawan orang-orang Median, Tuhan berfirman: “Pergilah dengan kekuatanmu ini …” (Hakim-Hakim 6:14) Ia juga memberi kepastian kepada Gideon: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Median itu sampai habis.” (Hakim-Hakim 6:16)

Di sinilah letak kebenaran terpenting untuk bisa memahami tahap-tahap bagaimana Tuhan dengan ajaib memakai umat-Nya di bidang mereka masing-masing. Kita harus selalu bersedia dahulu untuk bertindak menggunakan bakat-bakat yang sudah dikaruniakan oleh-Nya. Baru Ia akan menambahkan kuasa yang kita perlukan. Jika kita terus menunggu kuasa tersebut agar kita bisa bertindak, maka kita akan menantikannya dengan sia-sia … untuk selama-lamanya!

Banyak sekali kesaksian orang-orang yang sudah menjadi pengikut-pengikut Kristus, yang menggambarkan keindahan penjelmaan-penjelmaan yang bermuara dari dalam, seperti yang dilukiskan oleh kata metamorphoo.

Salah satu kesaksian yang sudah berhasil menggetarkan hati para pendengarnya, adalah kesaksian seorang hamba Tuhan yang berasal dari kota Brisbane, Australia, yang bernama: Nick Vujicic. Ia membuktikan melalui pengalaman hidupnya, bahwa … bersama Yesus, memakai bakat-bakat yang sebelumnya tidak disadari olehnya sendiri, ia mampu menghancurkan kubu-kubu pertahanan Iblis, sehingga dengan caranya yang unik ia bisa memperkenalkan Kristus kepada mereka. Nick yang dilahirkan tanpa kedua kaki dan tangannya, tumbuh dengan citra diri yang cedera. Ia menjadi putus asa karena merasa yakin, bahwa dirinya tidak berharga sama sekali. Tetapi pada saat ia menerima Kristus sebagai Juruselamatnya, tujuan hidupnya menjadi nyata, karena Roh Kudus membuat dia menyadari bakat-bakatnya. Ia mengalami metamorphoo!

Memakai ketrampilannya di bidang komunikasi, ia memberi harapan kepada kaum remaja di mana-mana yang sudah kehilangan makna hidup. Semenjak tahun 2003 ia sering bepergian mengelilingi dunia, termasuk kota-kota besar di Indonesia, memberikan penyajian dan seminar-seminar sebagai seorang motivational speaker yang amat berpengaruh. Baik di gereja-gereja maupun KKR-KKR, ia selalu berhasil menguatkan iman para pendengarnya. Yang paling penting, di mana pun ia berada, dan pada setiap kesempatan yang diberikan oleh Tuhan kepadanya, ia selalu memperkenalkan Kristus kepada mereka yang masih belum mengenal Dia! Banyak sekali orang-orang yang mau bertobat ketika mengikuti penyajian kesaksiannya yang menakjubkan tersebut. (Baca: FNLTNL: Keajaiban Kasih Karunia Tuhan, bagian 1-3)

Kadang kala dosa-dosa masa lalu kita juga bisa dipergunakan oleh Tuhan untuk mempengaruhi kehidupan orang-orang yang pernah mengalami masa-masa lalu yang serupa dengan tujuan untuk menguatkan iman, agar mereka bisa melupakannya. Atau mempengaruhi orang-orang yang sedang melakukan dosa-dosa yang sama dengan tujuan untuk mencegah mereka meneruskan kebiasaan-kebiasaan yang buruk tersebut.

Ted Bundy, seorang kriminil yang semenjak berumur 12 tahun sudah kecanduan buku-buku dan film-film porno, diakui oleh masyarakat dunia sebagai salah seorang dari pembunuh-pembunuh serial sepanjang masa yang paling bulus dan kejam. Melalui pelayanan Dr James Dobson, pengelola acara termasyhur: Focus on the Family, ia meninggalkan sebuah legacy mengenai sebab-sebab dan akibat-akibat kecanduannya. Ia juga mengalami metamorphoo yang menakjubkan itu, yang awalnya sangat diragukan kebenarannya oleh para pengikut Kristus yang lain!

Kesaksiannya yang berjudul: Pornography: Addictive, Progressive and Deadly yang hanya berbentuk wawancara singkat, berhasil menobatkan hidup tak terhitung banyaknya orang-orang, terutama para remaja, yang masih terbelenggu oleh dosa-dosa pornografi. Wawancara yang dilakukan oleh Dr James Dobson dan Ted Bundy tersebut terjadi pada menit-menit terakhir sebelum ia menjalani hukuman mati di atas kursi listrik. (Baca: D.O.A.: Nyaris Tiada Maaf, bagian 1-4)

Seperti Nick Vujicic atau Ted Bundy yang dipercayai oleh Tuhan pelayanan yang bertaraf internasional melalui bakat-bakat atau masa-masa lalu mereka, ada juga orang-orang yang ‘hanya’ dipercayai dengan pelayanan-pelayanan sederhana yang bersifat lokal seperti seorang guru SD di kota Surabaya yang bernama Pak Paliyama. Ia juga mengalami metamorphoo, ketika ia bersedia dipakai oleh Tuhan untuk melayani murid-murid di sekolahnya dengan memperkenalkan Kristus kepada mereka melalui pelajaran agama yang ditawarkan di sana setiap minggu. Pelayanan yang amat sederhana seperti itu, kadang kala mempunyai dampak luar biasa yang sukar sekali untuk dipahami oleh daya pikiran manusia! (Baca: Tribute: ‘Batu Karang Yang Teguh’)

Tuhan condong untuk memilih orang-orang biasa yang tahu, bahwa mereka adalah nol-nol besar yang kosong belaka! Karena melalui orang-orang seperti itu, akan tampak kelak SIAPA yang sebenarnya mempunyai kuasa dan yang berhak menerima penghormatan dan penghargaan dari umat-Nya. Ingatlah, hanya bersama Yesus saja, melalui kuasa Roh Kudus, kita bisa mengalami penjelmaan indah tersebut. Di luar Dia, hal itu tidak akan terjadi!

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.” (Roma 8:29-30)

(Bersambung)

SOMETHING BEAUTIFUL (6)

HANCUR DAN REMUK

Wednesday, April 1, 2009

Something Beautiful (4)


Oleh: John Adisubrata

APAKAH YANG ADA DI TANGANMU ITU?

‘TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.” (Keluaran 4:2)

Tuhan tidak memanggil untuk membebani setiap orang dengan tugas-tugas raksasa, yang tampak mustahil sekali untuk dilaksanakan. Meskipun demikian perkecualian-perkecualian juga ada bagi mereka yang memang sudah ditentukan dari semula untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kerajaan-Nya!

Menjelang akhir tahun 2007 sebuah film berjudul Amazing Grace telah diluncurkan di bioskop-bioskop di seluruh dunia. Movie yang menjadi termasyhur di kalangan masyarakat kristiani tersebut mengisahkan perjuangan seorang politikus Inggris bernama William Wilberforce (Ioan Gruffudd) di awal abad ke-19 untuk menghancurkan sistim perbudakan yang sedang merajalela di negaranya. Puluhan tahun lamanya ia berusaha untuk membebaskan penderitaan orang-orang yang ditangkap dan diculik dari benua Afrika, lalu diperjual-belikan dan dipaksa bekerja sebagai budak-budak di perkebunan negara-negara jajahan Inggris.

Kisah yang mengharukan itu menggambarkan kondisi imannya yang luar biasa, persekutuannya yang intim dengan Tuhan, dan juga hubungannya yang dekat dengan John Newton (Albert Finney), penggubah lagu ‘Amazing Grace’, yang menjadi inspirasi utama perjuangannya tersebut. Akhirnya pada tahun 1833 ia berhasil mengubah Undang-Undang yang melarang dengan tegas lalu lintas perbudakan di negaranya! William Wilberforce sudah dipanggil, dipilih dan dipercayai oleh Tuhan untuk mengubah sejarah dunia melalui kedudukan dan pengaruh yang dikaruniakan oleh Tuhan kepadanya.

Selain Musa, firman Tuhan juga mencatat Yusuf (Kejadian 37-50), Yosua, Gideon (Hakim-Hakim 6-8), Simson (Hakim-Hakim 13-16), Daud, Ester, Maria, Yohanes Pembaptis, rasul Paulus, Stefanus (Kisah Para Rasul 6-8), dan masih banyak sekali orang-orang lain sebagai tokoh-tokoh Alkitab yang sudah dipercayai dengan tugas-tugas besar yang berarti sekali bagi penggenapan rancangan Tuhan.

Tetapi di samping mereka, ada juga orang-orang seperti: Rahab (Yosua 2), Yitro (Keluaran 18), Elisabet (Lukas 1), Ananias (Kisah Para Rasul 9), Dorkas (Kisah Para Rasul 9), Kornelius (Kisah Para Rasul 10), Lidia (Kisah Para Rasul 16), dan tokoh-tokoh lain yang kontribusinya hampir tidak diketahui atau diingat oleh orang-orang, karena mereka tampil di dalam Alkitab hanya sepintas lalu saja.

Setiap orang diberi porsi-porsi yang berbeda oleh Tuhan, tergantung dengan bakat-bakat, kesediaan dan kemampuan masing-masing untuk melaksanakannya. Ada yang besar, dan ada yang pada awalnya tampak tidak berarti sama sekali. Kendatipun demikian, dampak yang ditimbulkan oleh kedua-duanya … sama saja! Karena mereka sebenarnya saling melengkapi, apakah itu Musa yang memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, atau mertuanya, Yitro, yang menasihati Musa untuk mendelegasikan tugas-tugas yang biasanya ditangani olehnya sendiri kepada bawahan-bawahannya. (Keluaran 18)

Begitu juga peristiwa yang harus terjadi agar Perkabaran Injil di dunia bisa dimulai! Seandainya saja Ananias tidak menuruti perintah Tuhan untuk pergi menemui Saulus dari Tarsus, dan berdoa dengan menumpangkan tangan di atas kepalanya, maka pelayanan antarbangsa yang kemudian dipercayakan oleh Tuhan kepada rasul Paulus, tidak bisa diluncurkan pada saat itu. (Kisah Para Rasul 9)

Pertanyaan yang diajukan oleh TUHAN kepada Musa: “Apakah yang ada di tanganmu itu?” menunjukkan, bahwa meskipun Ia sebenarnya sudah mengetahui jawabannya, Ia ingin agar Musa menyadari sendiri ‘tongkat’ yang ada di dalam genggaman tangannya. Melalui contoh termasyhur ini Tuhan ingin memperlihatkan kepedulian-Nya akan bakat-bakat yang kita miliki, yang sering kali tanpa sadar tidak kita hargai dengan sepenuh hati.

Secara keseluruhan, firman di dalam Kitab Keluaran 4 menggambarkan kerinduan Tuhan untuk melihat umat-Nya memakai bakat-bakat yang Ia karuniakan tersebut untuk melayani di ladang-Nya. Ia ingin agar kita tidak menggunakannya hanya untuk kepentingan diri sendiri saja, tetapi dengan tujuan untuk memberitakan tawaran kasih karunia-Nya di dunia. Ketika kita rela mempersembahkannya agar nama Tuhan dipermuliakan, terjadilah mujizat-mujizat luar biasa yang tidak terduga! 

Tongkat di tangan Musa melambangkan kedudukan dan pengaruhnya sebagai seorang gembala. Selama masih berada di dalam genggamannya, tongkat kayu itu tetap berupa sebuah tongkat biasa yang sehari-harian ia pergunakan untuk menggembalakan domba-dombanya. Tetapi ketika Tuhan memerintah Musa untuk melepaskannya, tongkat itu langsung menjelma menjadi seekor ular. Dan saat ia meraih ekornya, ular yang menggeliat-geliat di atas tanah itu berubah lagi menjadi sebuah tongkat gembala biasa saja. (Keluaran 4) Ternyata tujuan Tuhan memakai tongkat Musa tersebut adalah untuk mendemonstrasikan kuasa-Nya yang maha dahsyat di hadapan Firaun, bangsa Mesir, dan juga umat Israel. (Keluaran 7-14)

Demikian pula lima roti jelai dan dua ekor ikan milik seorang anak yang secara supranatural diperlipat-gandakan oleh Yesus untuk mengenyangkan perut 5000 orang yang mengikuti-Nya ke atas gunung untuk mendengarkan khotbah-Nya. Belum terhitung kaum wanita dan anak-anak kecil yang ikut hadir di sana. Pada saat masih tersimpan di dalam tas, bekal makanan itu tetap berupa lima roti dan dua ikan saja. Tetapi ketika anak tersebut dengan rela memberikannya kepada Tuhan, mujizat langsung terjadi! Makanan yang sangat terbatas itu bisa dipergunakan oleh-Nya untuk memberkati beribu-ribu orang! (Yohanes 6)

Sampai saat ini Tuhan masih tetap melakukan hal-hal menakjubkan seperti itu melalui orang-orang biasa seperti kita. Selama Dia yang dimuliakan, SEKECIL apapun bakat-bakat kita, Ia akan melakukan mujizat-mujizat yang BESAR melaluinya!

Tidak semua orang dipanggil oleh Tuhan untuk dijadikan pendeta sebuah gereja lokal, pengkhotbah yang penuh urapan, pemimpin yang berpengaruh, penginjil yang termasyhur, atau tokoh-tokoh lainnya yang bisa mengubah sejarah dunia. Karena ada juga orang-orang yang hanya ditugasi untuk meraih anggota-anggota keluarga, atau mempengaruhi lingkungan yang ada di sekeliling mereka! Kedua kategori yang kontras tersebut mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk bekerja sebagai wakil-wakil Kristus di dunia!

Sesederhana pun bakat-bakat kita, yang sering kali masih kita ragukan sendiri, bisa dipergunakan oleh Tuhan jika kita bersedia mempersembahkannya. Urapan-Nya akan menyebabkan bakat-bakat kita yang biasa-biasa saja menjadi alat-alat yang luar biasa untuk mendemonstrasikan kebesaran kuasa-Nya!

Di dalam bait Allah Yesus membacakan sebuah nas kitab nabi Yesaya mengenai urapan yang ada pada diri-Nya: Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku … ” (Lukas 4:18) Urapan seperti itu masih dikaruniakan oleh Tuhan kepada umat-Nya sekarang, bagi mereka yang bersedia memberitakan kabar baik tersebut kepada orang-orang lain yang memerlukannya!

Seperti yang dikatakan oleh Ev Reinhard Bonnke, sebenarnya semua orang ketika dipanggil oleh Tuhan adalah nol-nol besar yang kosong belaka. Hanya Tuhan yang mampu mengubah nilai mereka. Seorang bernilai nol yang menanggapi panggilan Tuhan Yesus untuk mengikuti-Nya, dan bersedia untuk selalu mentaati perintah-perintah-Nya, akan membuat nilainya bersama Dia langsung berubah menjadi 10, ... selama Ia adalah Nomor Satu didalam hidupnya.

Jika ada seorang nol lainnya yang juga bersedia untuk datang bergabung mengikuti Yesus serta berdiri di samping nol yang pertama, nilai 10 tersebut segera berubah menjadi 100. Apabila masih ada nol-nol kosong yang juga mau melengkapinya, maka orang-orang tersebut akan menyebabkan nilai mereka menjadi bertambah menanjak lagi: 1000, ... 10000, ... 100000, ... 1000000, dan seterusnya. Justru seorang bernilai nol yang berdiri paling akhir di samping kelompok tersebut, akan membentuk nilai tertinggi bagi mereka semua!

Itulah kuasa yang bisa dibentuk oleh tubuh Kristus, jika semua pengikut-Nya mau bersatu, bekerja sama, dan menjadikan Yesus Nomor Satu di dalam segala sesuatu yang mereka kerjakan. Karena logis sekali, ... jika Nomor Satu yang mengawali semuanya itu dipergikan, mereka akan kembali menjadi nol-nol kosong yang tidak mempunyai arti apa-apa, baik seorang diri maupun secara berkelompok.

Tanpa kehadiran Yesus, pengikut-pengikut-Nya tidak berharga sama sekali!

“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5)

(Bersambung) 

SOMETHING BEAUTIFUL (5)

TRANSFORMASI YANG INDAH