Saturday, December 6, 2008

Buah Mulut (Gosip) - 8


Oleh: John Adisubrata

KESIMPULAN GOSIP

"Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! ..., pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." (1 Korintus 6:9a,10b)

1. Asal Mula Gosip

Gosip adalah suatu tindakan yang bisa berbentuk lisan atau tertulis, di mana seseorang menyampaikan suatu informasi kepada orang-orang yang lain. Tetapi ia tidak menjadi bagian dari informasi tersebut, dan ia juga bukan merupakan solusinya. Tindakan itu bisa berbentuk sebagai suatu percakapan sambil lalu saja, atau perbincangan dengan tujuan untuk mendiskreditkan nama orang (atau orang-orang) lain. Tidak jarang gosip mempunyai sepercik dasar kebenaran yang dipergunakan sebagai awal percakapan yang dilakukan oleh paling sedikit dua orang, tetapi lebih sering perbincangan tersebut berasal dari daya khayal mereka sendiri. Jadi perbuatan gunjing bisa mempunyai sebab-musabab (asal-mula), tetapi terkadang juga tidak.

Pada umumnya gosip terjadi oleh karena ketidak-mampuan seseorang untuk mengendalikan lidah atau mulut, ketidak-mampuan untuk menguasai diri atau emosikesombonganrasa unggul diri (atau kebalikannyarasa minder), ketidak-sopanankekurang-ajaranketidak-sabarankemarahankekasarankeinginan hati untuk membalas dendam, dan yang paling utama: kecemburuan atau iri hati!

Bukan merupakan sesuatu hal yang mengherankan lagi, bahwa sering kali gunjing dilontarkan dari atas mimbar-mimbar gereja di balik penyampaian firman Tuhan. Semua itu dilakukan dengan maksud untuk menista atau melecehkan orang-orang tertentu di dalam jemaat yang kebetulan tidak hadir di sana, begitu pula pencercaan terhadap hamba-hamba Tuhan lainnya yang belum tentu bersalah. Akhir-akhir ini gosip yang menyangkut tema-tema seperti itu juga disebarkan dengan pesat melalui internet di dalam bentuk e-mails, atau artikel-artikel tulisan orang-orang yang menafsirkan isi Alkitab menurut pengertian mereka sendiri, dengan tujuan untuk memojokkan kelompok atau denominasi Kristen tertentu lainnya. Bahkan tidak jarang tindakan-tindakan mereka juga bisa disebut sebagai penggosipan firman Tuhan.

Kebiasaan-kebiasaan tidak terpuji seperti itu sering kali menjadi penyebab-penyebab utama kesedihan hatikeputus-asaan dan perpecahan-perpecahan, yang akhirnya mengakibatkan kehancuran persahabatan dan persekutuan kudus yang ada di dalam tubuh Kristus.

Ketahuilah, 'Kasih' adalah lambang utama Roh Kudus, seperti yang diutarakan oleh firman Tuhan di dalam 1 Korintus 13:4-7: "Kasih itusabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."

Apakah Roh Kudus akan mendukung sikap-sikap di luar kasih, meskipun dilakukan oleh salah seorang hamba-Nya dari atas mimbar gereja, atau ... melalui dunia sibernetika? Tentu saja tidak! Sikap bergunjing jelas berlawanan dengan ciri-ciri khas Roh Kudus, yang adalah Kasih itu sendiri!

"Allah adalah kasih, dan barang siapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia." (1 Yohanes 4:16b)

2. Gosip adalah Dosa

Pada umumnya persepsi orang-orang kristiani mengenai gosip amat berbeda-beda. Ada yang mempunyai pendapat seperti masyarakat sekuler. Mereka menganggap, bahwa 'buah mulut' adalah sesuatu hal yang lumrah terjadi di dalam lingkungan hidup sehari-hari. Suatu kenyataan yang tidak bisa dihindari! Mereka tidak mengkategorikan gosip sebagai suatu tindakan dosa, atau paling sedikit, ... bukan seperti dosa-dosa lain yang sudah dipandang oleh umum sebagai dosa-dosa yang nyata, seperti: percabulanperzinahanpembunuhanperampokan atau pencurian harta-benda sesama, dan lain sebagainya.

Padahal gosip sebenarnya mempunyai hubungan sangat erat dengan perintah Allah yang kesembilan kepada umat Israel: "Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu." (Keluaran 20:16) Di dalam kitab yang sama Tuhan berfirman: "Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar." (Keluaran 23:1)

Ayat-ayat tersebut jelas menyetarakan kedudukan gosip dengan taraf dosa-dosa lain yang sudah dianggap sebagai dosa-dosa besar oleh orang-orang percaya! Sebab bergunjing dapat menyebabkan konsekuensi yang sering tidak terduga sebelumnya oleh para penggemarnya, baik yang dilakukan oleh masyarakat umum, maupun yang dikerjakan oleh orang-orang kristiani, entah mereka adalah jemaat biasa ataupun para pemimpin gereja yang terpandang.

Perbuatan gosip, beralasan ataupun tidak, adalah perbuatan dosa!

3. Iblis Selalu Bersembunyi di Balik Gosip

"karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara." (Efesus 6:12)

Alkitab mengatakan bahwa Setan adalah 'pendakwa saudara-saudara kita'. (Wahyu 12:10) Adalah pekerjaan Iblis untuk mempersalahkanmengadu, dan mengkritik anggota-anggota keluarga Allah. Setiap kali kita melakukan hal yang sama, kita sedang dipakai oleh dia untuk melakukan pekerjaannya. Rasul Paulus menulis: "Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun." (Roma 14:19)

Di Efesus 6:10-20, ia juga menjelaskan tentang peperangan yang sedang berlangsung di alam pikiran kita, yang merupakan medan pertempuran rohani musuh-musuh terbesar kita, yaitu: roh-roh jahat di udara. Mereka terus bekerja keras untuk menaburkan bibit-bibit racun gosip yang jahat ke dalamnya, dengan memberikan kepada kita informasi-informasi yang keliru, mempergunakan segala macam tipu daya untuk melemahkan, bahkan menghancurkan iman kita. Mereka selalu bersembunyi di balik setiap gosip-gosip jahat yang tersebar di mana-mana di antara orang-orang kristiani, apapun motivasinya.

Janganlah menambahkan bahan-bahan tidak bermutu di medan pertempuran rohani kita yang dapat dipergunakan oleh Iblis sebagai alat, untuk menyuapi dan mengelabui pikiran kita, yang pada akhirnya hanya akan merugikan pertumbuhan iman kita sendiri. Bahkan yang bisa mengakibatkan timbulnya perpecahan-perpecahan di dalam tubuh Kristus, disebabkan oleh karena keterlibatan kita di dalam menyebar-luaskan bahan-bahan gosip tersebut. Sebab memang itulah yang menjadi tujuan utama Iblis!

Sadarilah selalu, orang-orang Kristen yang lain, sebagaimana pun besar perbedaan pendapat mereka dengan kita, bukanlah musuh-musuh kita yang sebenarnya. Setiap waktu yang kita pergunakan untuk membanding-bandingkan atau mengkritik orang-orang percaya lainnya, adalah waktu yang seharusnya kita pergunakan untuk membangun tubuh Kristus.

Rasul Paulus menasehati jemaat di Efesus untuk mengenakan seluruhperlengkapan senjata Allah, yaitu firman Tuhan, agar mereka mendapatkan kekuatan untuk bertahan melawan tipu muslihat Iblis.

Nasihat yang sangat berguna bagi umat Tuhan di akhir zaman ini. Sebab memang hanya firman-Nya saja yang harus menjadi dasar terpenting dalam kehidupan kita sehari-hari untuk bisa menelanjangi tipu daya Iblis di balik semua penggosipan, baik tentang umat Tuhan yang lain, maupun tentang kebenaran firman-Nya.

4. Sikap Menghadapi Gosip

Di dalam buku kristiani terlaris di dunia saat ini 'Purpose Driven Life'Ps Rick Warren menulis, bahwa kita harus selalu bersikap tegas di dalam menanggapi peredaran gosip. Jika seseorang mulai menceriterakan kejelekan atau 'affairs' orang-orang lain kepada kita, punyailah ketegasan diri untuk segera memotong percakapannya dengan berkata: "Maafkanlah! Saya tidak mempunyai hasrat untuk mendengarkannya lebih lanjut. Apakah Anda sudah berbicara secara langsung dengan orang yang bersangkutan?"

PERCAYALAH, mereka yang mau bergunjing DENGAN kita, pasti akan bergunjing MENGENAI kita! Mereka tidak akan pernah bisa dipercaya!

Amsal raja Salomo menasihatkan: "Orang yang berbuat jahat memperhatikan bibir jahat, seorang pendusta memberi telinga kepada lidah yang mencelakakan." (Amsal 17:4)

Tuhan sering memperingati umat-Nya untuk berhenti mengkritikmembanding-bandingkan, atau menghakimi sesamanya. SuratYakobus 5:9 mengatakan: "Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu." Jika kita mengkritik orang-orang percaya lainnya yang sedang melakukan suatu pekerjaan untuk Kerajaan Allah, sesuai dengan imantugas dan beban yang diberikan oleh-Nya kepada mereka, maka kita telah ikut mencampuri urusan-urusan Tuhan.

Pandangan atau tafsiran mengenai isi Alkitab sesuai dengan tradisi atau doktrin denominasi-denominasi tertentu yang kita yakini, janganlah dipergunakan sebagai senjata untuk menghakimi orang-orang lain yang mempunyai tafsiran yang berlainan dengan kita. Sadarilah selalu, tafsiran-tafsiran manusia biasa bukan merupakan suatu jaminan yang pasti, bahwa itu adalah wahyu Tuhan yang sebenarnya! Kita harus menyadari, bahwa kekristenan bukanlah nama sebuah denominasi gereja, melainkan merupakan lambang suatu hubungan pribadi yang intim (perseorangan) antara umat yang sudah diselamatkan, dengan Allah Bapa, Pencipta yang Mahakudus, melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib.

Karena itu, marilah kita semua belajar untuk tidak ikut mencampuri urusan-urusan Tuhan dengan saudara-saudara seiman kita yang lain, dengan tidak menghinamengkritikmenghakimi atau menggosip mereka. Biarlah setiap orang yang mendapat panggilan atau tugas dari Tuhan untuk melayani umat-Nya, memikul tanggung jawab mereka masing-masing di hadapan Hakim yang adil, yang sudah berdiri di ambang pintu!

Jika kita menerima artikel-artikel yang berbau gosip, yang menyangkut nama-nama orang, meskipun dihiasi oleh banyak sekali ayat-ayat firman Tuhan di dalamnya, siapa pun juga yang menjadi penulisnya, ambillah keputusan untuk tidak mem-forward-kannya kepada orang-orang lain. Biasakanlah diri Anda untuk menolak setiap tulisan atau artikel-artikel, yang tidak memuliakan nama Tuhan, jika Anda melihat bahwa isinyamempergunjingkan firman-Nya, menghakimi pendapat dan pengajaran denominasi-denominasi lain, atau menjelek-jelekkan nama pemimpin-pemimpin mereka. Apalagi jika tulisan-tulisan tersebut mengandung fitnahan-fitnahan tentang kehidupan pribadi mereka!

Artikel-artikel seperti itu, yang belum tentu terjamin keotentikannya, bukan hanya dapat meracuni pikiranhati dan iman kita saja, tetapi juga, ... tanpa kita sadari sendiri, bisa membuahkan perbuatan-perbuatan dosa. Pada akhirnya, sebagai konsekuensi yang biasanya selalu terjadi akibat tindakan-tindakan gosip, adalah efek tergulingnya domino-domino yang akan melanda kehidupan banyak orang-orang lain yang tidak bersalah di sekitar kita.

5. Jangan Mau Terlibat di Dalam Gosip

Kita semua tentu mempunyai pendapat yang sama, bahwa menyebarkan kabar angin adalah suatu tindakan yang tidak etis. Tetapi di samping itu, sebagai umat pilihan Tuhan, kita juga tidak seharusnya bersedia menerima atau mendengarkan gosip, jika kita mempunyai hasrat untuk melindungi kesejahteraan tubuh Kristus.

Mendengarkan gosip mempunyai arti yang sama seperti menerima, atau mengesahkan barang-barang curian/rampasan orang lain. Jika kita berdiam diri saja, bahkan bersedia untuk mendengarkannya, secara tidak langsung kita sudah menjadi seperti tukang tadah yang mau menerima barang-barang tidak halal tersebut. Kita harus menyadari, bahwa melakukan hal itu saja telah membuat kita ikut tersangkut dan bersalah! Bagaikan seorang pencuri, atau perampok, yang baru saja melakukan suatu tindakan kriminil, lalu memberikan barang-barang hasil perbuatannya yang jahat tersebut kepada kita. Dosa yang setara berlaku juga bagi mereka yang sudah menjadi calo-calo barang-barang curian tersebut!

Jika kita bersedia mendengarkan, menerima, bahkan meneruskan gosip orang-orang lain, Tuhan berkata, bahwa secara tidak langsung, kita sudah termasuk di dalam kelompok para pengacau (troublemakers) yang mengakibatkan terjadinya kerusuhan-kerusuhan di dalam persekutuan tubuh-Nya yang kudus.

Raja Salomo menulis: "Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setiamenutupi perkara." (Amsal 11:13)

6. GOSPEL versus GOSSIP

'..., seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak." (Roma 3:10)

Tentu saja tidak akan ada seorang pun di dunia ini yang bisa membuktikan kepada orang-orang lain, bahwa mereka tidak pernah terlibat di dalam dosa bergunjing. SETIAP ORANG di masa kehidupannya yang singkat, baik orang-orang penting, orang-orang biasa, orang-orang yang sudah tua/dewasa, maupun anak-anak muda/kecil, sadar ataupun tidakpasti pernah melakukannya.

Pada saat kita menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi, kita lahir baru, dan ... semenjak saat itu kita sudah menjadi bagian di dalam tubuh-Nya. Sebagai salah satu anggota di dalam gereja Tuhan, tidak seharusnya kita membiarkan kebiasaan-kebiasaan lama yang buruk mengikuti kita. Semua tindakan-tindakan dosa harus kita tinggalkan, meskipun pada awalnya tampak sulit sekali untuk melaksanakannya. Mengandalkan kekuatan sendiri, tidak akan menjamin tujuan kita untuk melawan atau menggagalkan serangan-serangan Iblis. Kita harus selalu berusaha melakukannya dengan pertolongan kekuatan yang berasal dari Roh Kudus saja. Ingatlah, 'Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.' (1 Tesalonika 5:24)

Jika godaan untuk bergosip sudah mulai mengganggu dan memikat pikiran kita, pergunakanlah lis di bawah ini untuk mengecek kembali etika tindakan yang akan kita lakukan:

aApakah kita mempunyai hak untuk melakukannya?
bSiapakah yang memberikan ijin kepada kita untuk berbagi berita mengenai (kehidupan) orang lain?
cApakah tindakan kita akan memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus?
dSiapakah sebenarnya yang paling dirugikan oleh tindakan yang akan kita lakukan?
eApakah keuntungan yang akan diperoleh, baik untuk kita, maupun orang-orang lain, disebabkan oleh karena tindakan yang akan kita lakukan?
fApakah tindakan kita bisa membangun atau menguatkan iman orang-orang percaya lainnya?
gKehidupan siapakah yang dapat kita selamatkan melalui tindakan yang akan kita lakukan?

dan YANG PALING PENTING,

hApakah Tuhan Yesus Kristus mau melakukannya?

Jika ada salah satu poin saja yang tertera di dalam lis di atas yang dapat memperingati atau menegur hati nurani Saudara, putuskanlah dengan tegas, untuk segera berhenti memikirkan tindakan yang akan Anda lakukan tersebut. Usirlah Iblis dan antek-anteknya! Hancurkanlah semua kehendak mereka dengan kuasa yang sudah Tuhan berikan kepada kita, umat pilihan-Nya. Pergunakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, yaitu firman Tuhan!

Jika godaan untuk bergosip sudah mulai mengganggu dan memikat pikiran kita lagi, ingatlah akan perintah terakhir yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada perempuan yang tertangkap basah sedang melakukan dosa perzinahan, setelah semua pendakwa yang mengelilingi dan bermaksud untuk merajam dia pergi meninggalkannya.

Ia berkata kepadanya: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." (Yohanes 8:11)

Perintah Tuhan Yesus tersebut juga berlaku sampai sekarang untuk semua orang yang sudah bertobat, yang berjanji untuk selalu mengikuti langkah-langkah-Nya, dan bersedia meninggalkan segala perbuatan-perbuatan dosa yang pernah dilakukan.

Karena itu, ... bukankah jauh lebih menguntungkan bagi tubuh Kristus, jika kita menjadi pembawa 'Kabar Baik' (GOSPEL), dari pada menjadi penyebar 'Kabar Angin' (GOSSIP).

Semoga memberkati!

Syalom,

John Adisubrata
September 2004
Diolah kembali: Juni 2006

No comments: